Singapura, Gontornews — Otoritas Moneter Singapura (The Monetery Authority of Singapore/MAS) telah melaporkan situs statestimewsreview.com kepada otoritas setempat terkait tuduhan fitnah yang meragukan integritas MAS sebagai regulator keuangan di Singapura.
Dalam laporannya, situs tersebut melaporkan bahwa Malaysia menandatangani sejumlah perjanjian dengan Singapura secara tidak adil sebagai kompensasi atas bantuan-bantuan dari perbankan di Singapura terkait pencucian dana skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
“Artikel itu fitnah dan tidak berdasar,” kata MAS sebagaimana dilansir New Strait Times.
“Artikel ini mengabaikan sejumlah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diduga kuat diambil dari data MAS dalam dua tahun terakhir yang melibatkan sejumlah perbankan dan bankir yang berbasis di Singapura dalam kaitannya dengan skandal 1MDB,” tambah pernyataan MAS.
Tidak hanya itu, MAS juga menolak tuduhan situs tersebut yang menyebut Singapura dipaksa untuk melakukan penyelidikan terkait 1MDB setelah terjadi perubahan peta politik di Malaysia.
“Investasi di dalam kasus 1MDB tidak pernah ditutup,” jelas MAS.
MAS menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan petunjuk serta bukti baru yang berkaitan dengan aliran dana terkait skandal 1MDB. MAS juga menyebut bahwa pihaknya bersama penegak hukum dan otoritas terkait secara aktif melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak di Malaysia, Swiss, Luxemburg dan Amerika Serikat sejak rezim pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak berkuasa.
“MAS telah menegaskan posisinya sbeagai regulator keuangan dan menanggapi serius tuduhan palsu apapun yang diterima,” pungkas MAC. [Mohamad Deny Irawan]




















