15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 4 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Uniknya ‘Milieu’ Ujian di Gontor

Oleh H Cecep Sobar Rohmat, Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 13 Ittihadul Ummah Poso

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
8 November 2018
in Kolom
1
Uniknya ‘Milieu’ Ujian di Gontor

Suasana Belajar Malam Santri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama KH Hasan Abdullah Sahal

Direktur KMI (kulliyyatul Muallimin al-Islamiyah) KH Masyhudi Subari MA di dalam  pengarahan sebelum ujian di Gontor selalu membuka dengan kata-kata “bil-imtihani yukramul mar’u au yuhaanu” yang artinya dengan ujian seseorang bisa menjadi mulia atau sebaliknya bisa menjadi hina. Ujian di Gontor bukan hanya ujian akademis tetapi juga ujian mental, maka di Gontor ada ujian Syafahi yaitu kombinasi antara ujian mental dan akademis.

Pimpinan KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA sering mengatakan bahwa tujuan ujian bukan hanya bagaimana santri bisa menjawab pertanyaan soal ujian, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana santri mengetahui cara belajar yang baik dan benar, dengan kesabaran, kesungguhan, keistiqamahan dan pada akhirnya menikmati proses belajar itu sendiri. Jadi proses belajarlah yang mendidik bukan hanya hasilnya.

“Milieu” (lingkungan) belajar dalam menghadapi ujian di Gontor memang sengaja diciptakan, hal ini ditandai dengan pembukaan belajar keliling malam yang dibuka langsung oleh pimpinan pondok, dan ini sesuai dengan syiar pondok yang sangat terkenal “inna tanfidza attarbiyyah al-khuluqiyah wa al-aqliyyah la yakfi bimujarrodi al-kalam bal la budda an yakuna bil qudwah as shalihah wa ijadi al-biah” artinya; pelaksanaan pendidikan mental dan karakter tidak cukup hanya dengan bicara saja, tetapi harus dengan teladan yang baik dan penciptaan lingkungan.

Setiap masa ujian di Gontor tiba, maka berbagai perasaanpun menyelimuti hati para santri seperti gembira, bahagia, semangat, optimis hingga “deg-degan” yang kerap menyertai di dalam relung hati mereka. Kita dapat  melihat santri  sungguh-sungguh belajar hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah Sang Pencipta, dan sesuai tuntunan Nabi pembawa risalah.

BACA JUGA

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dari Gontor ke Bulaksumur

Ada satu syiar pondok yang pasti selalu terngiang-ngiang di telinga para santri, yaitu “ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”. Hal inilah yang menjadi pembeda motivasi belajar di Gontor, bahkan para pendiri Gontor sangat memerangi seseorang yang salah niat di dalam belajar, seperti berniat agar dapat ijazah atau belajar untuk mendapat pekerjaan. Menurut Gontor ini adalah penyakit kronis dari rakyat Indonesia yang pola pikirnya masih sama dengan ketika  masih dijajah oleh Belanda dan Jepang, karena zaman dahulu ketika para penjajah mendirikan sekolah, tujuannya hanya untuk menciptakan seorang pekerja dengan tujuan untuk memuluskan dan membantu mereka dalam menjajah dan mempertahankan eksistensinya di dalam merebut sumberdaya alam bangsa kita.

Satu bulan sebelum ujian tiba, para santri sudah berada dalam satu “milieu” yang  menurut KH Hasan Abdullah Sahal di dalam momen pembukaan ujian tulis tahun ini, bahwa “milieu” seperti ini jarang didapatkan di luar Gontor. Momen tersebut ditandai dengan penutupan semua aktivitas keorganisasian ataupun kegiatan klub-klub olahraga harian dan acara lainnya yang tidak berhubungan secara langsung dengan kegiatan belajar santri secara akademis.

Bukan hanya santri, para asatidzpun harus menyesuaikan diri dengan “milieu” belajar, di antaranya mereka tidak diperbolehkan berolahraga di tempat yang terlihat oleh santri, sehingga tidak sampai mengganggu konsentrasi belajar santri. Para guru diwajibkan untuk berkeliling ketika santri belajar di malam hari, yang fungsinya selain memperhatikan belajar santri, mereka juga harus siap menjawab semua pertanyaan santri, dan di saat keliling mereka bisa menasihati santri yang kurang serius atau bermain-main dalam belajar, bahkan mungkin sampai pada tahap membangunkan santri yang tertidur di waktu belajar .

Suasana malam di masa ujian,  para santri banyak yang bangun untuk melaksanakan shalat malam, ada  yang dipimpin oleh wali kelas, ketua rayon dan ada juga yang mereka lakukan secara mandiri. Mereka sangat meyakini bahwa baiknya hubungan kita dengan “Rabb” Sang Pencipta sangat menentukan sukses tidaknya dalam menghadapi segala tantangan di dunia yang fana ini.

Setelah shalat malam mereka mulai membawa buku pelajaran masing-masing. Ada yang belajar sambil berjalan dari mulai depan masjid jami’ sampai gedung Asia, ada juga yang belajar dengan cara berteriak tanda sistem motorik dalam dirinya lebih dominann sehingga berpengaruh kepada cara belajarnya, tetapi ada juga yang belajar menyendiri di sebuah ruangan kosong di ujung kelas gedung Saudi.

Setiap santri berkewajiban membawa buku ke manapun mereka berjalan, ke masjid, ke kelas, bahkan ke kamar mandi sekalipun, tetap harus ada buku di tangan. Mengingat sesuai mahfudhat yang mereka pelajari di kelas satu, bahwa “waktu lebih mahal daripada emas” begitu ajaran Gontor yang mereka dapatkan. Bisa  dibayangkan, andai saja santri mengantre menunggu giliran makan dan mandi selama 15 menit saja, maka waktu itu bisa dipergunakan untuk membaca dan  menghapal satu atau dua bab pelajaran.

Semua hal yang dinggap akan mengganggu “milieu” belajar santri ditertibkan, termasuk semua majalah dinding dan koran harian di“off”kan untuk sementara. Semua itu adalah upaya agar santri fokus kepada pelajarannya, tidak memikirkan hingar bingar keadaan di luar.Ada kata-kata di Gontor yang sangat terkenal “utruk ma siwa ad-dars” yang artinya tinggalkan semua hal kecuali pelajaran.

Setelah shalat Shubuh suara santri yang membaca dan menghapal pelajarannya semakin kencang, bak suara desingan tawon yang berkumpul dekat sarangnya, tanda semua serius di dalam menghadapi ujian. Begitupun ketika malam tiba, setelah shalat Isya mereka berhamburan ke penjuru tempat yang telah ditentukan oleh staf KMI.

Kampus pondok yang begitu luas terlihat sempit ketika ribuan santri bertebaran dengan suara nyaring tanda mereka sedang sungguh-sungguh membaca dan menghapal pelajaran yang mereka pelajari. Begitu juga para asatidz yang berkeliling memburu siapa saja yang membutuhkan penerangan di dalam pelajaran yang dirasakan kurang dipahami, hadir juga para asatidz senior yang rata-rata berumur di atas 50 tahun, biasanya mereka duduk di kursi dan meja yang disediakan khusus untuk konsultasi dan juga mereka siap menjawab santri yang bertanya tentang pelajaran apapun dan tema apapun, terutama pelajaran yang dianggap cukup berat.

Ramai santri yang bertanya kepada para asatidz tentang pelajaran yang mereka anggap sulit untuk difahami. begitupun sebaliknya para asatidz dengan penuh semangat menjelaskan pelajaran yang ditanyakan oleh para santri. Inilah gambaran bagaimana menyatunya para santri dan asatidz di dalam mendukung “milieu” belajar agar tercipta lingkungan yang kondusif untuk meraih kesuksesan ujian di Gontor.

Ketika waktu ujian di pagi hari tiba, setiap ruang ujian diawasi dan dikawal oleh tiga orang pengawas dari guru dan santri kelas enam, yang tugasnya selain membagikan soal juga memantau agar para santri menjawab soal dengan jujur, sehingga tidak ada kesempatan bagi santri untuk berbuat curang. Di Gontor perbuatan curang di dalam ujian adalah termasuk “dosa besar” yang tidak bisa dimaafkan, beberapa kali terjadi ada santri yang berani menyontek, maka hukumannya adalah diskors tanpa ampun, karena sekali lagi bahwa ujian di Gontor adalah juga ujian mental kejujuran bagi santri bahkan bagi guru.

Kertas jawaban terdiri dari kertas kosong untuk jawaban santri dan juga melekat di atasnya “bayyanat”(blanko keterangan) untuk menulis identitas santri, yang mana fungsinya adalah ketika jawaban santri dikumpulkan kepada panitia, maka nomerator sebelum membagikan jawaban santri tersebut kepada pengajarnya untuk diperiksa, mereka memberi tanda terlebih dahulu dengan nomer sesuai yang tertetera di ”bayyanat”, kemudian memisahkan antara bayyanat dan kertas jawaban, sehingga sang guru sebagai pemeriksa tidak mengetahui pemilik dari kertas jawaban tersebut. Inilah salah satu kekhasan sistem ujian di Gontor yang juga sebagai jaminan dari kemurnian nilai yang didapatkan oleh santri, karena sang pengoreksi tidak punya kepentingan dan “interest” apapun terhadap koreksiannya.

Hal lainnya adalah tidak ada satu kendaraanpun yang boleh lewat di depan ruang ujian, biasanya tertulis di sana “mamnu’ul murur huna” artinya kendaraan tidak boleh lewat sini. Panitia ujian bukan hanya mengurusi masalah dalam ruang ujian semata tetapi juga bekerjasama dengan staf pengasuhan santri di dalam membuat “milieu” belajar di luar ruangan ujian, ada penanggung jawab keamanan, bagian-bagian organisasi dan unit-unit usaha yang juga berkewajiban membuat laporan harian ke staf pengasuhan santri.

Selain itu kebersihan ketertiban harus selalu terjaga, yang intinya adalah bagaimana santri bisa nyaman di dalam belajar dan semua “stakeholder” di pondok bisa menyadari akan pentingnya mendukung santri agar meraih kesuksesan di dalam belajar.

Suara dan waktu loncengpun diatur sedemikian rupa agar bisa serempak di dalam disiplin belajar dan masuk kelas, bahkan termasuk pengaturan lonceng untuk istirahat, makan dan shalat semua diatur dengan rapi. Santri kelas enam sebagai santri paling senior mempunyai peranan yang sangat penting di dalam membantu suksesnya ujian. Mereka mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika membantu panitia ujian, dari mulai penguji ujian lisan, pengawas ujian tulis, “qismu al-giro’” (bagian merekatkan kertas jawaban ke “bayyanat”), sampai bagian nomerator, termasuk tentunya bagian yang sangat difavoritkan oleh santri kelas enam yaitu bagian konsumsi.

Hari-hari ujian di Gontor adalah fase kehidupan yang tidak terlupakan, tidak ada waktu di mana di sekitar pondok tidak ada yang tidak belajar, meskipun kita berjalan di dalam kampus di tengah keheningan malam, maka bisa dipastikan kita akan menemukan santri yang sedang belajar, karena terkadang ada santri yang merasa lebih nyaman ketika belajar di kesunyian malam tanpa ada yang mengganggu, dan itulah pilihan. Gontor memberi kebebasan penuh dalam masalah kapan waktu mereka belajar.

Inilah sekelumit potret dan sepotong gambaran tentang “milieu” belajar santri ketika ujian di Gontor yang menjadi kekhasan dan “maziyah” (keunggulan) Gontor dan menjadi kebanggaan santri-santrinya. Hal ini juga dirasakan oleh semua alumni yang bagi mereka ini adalah momen yang tidak  bisa terlupakan sampai masa tua datang, terkadang mereka merindukan “milieu” belajar di Gontor yang mereka tidak pernah menemukannya lagi di luar Gontor.

Bagi saya, melihat para santri semangat belajar di hari-hari ujian adalah hiburan yang mahal harganya, alasannya karena miliu dan lingkungan seperti ini tidak bisa kita temukan di luar pondok, kedua; kesemangatan mereka sangat terasa menular kepada diri saya seolah mereka sedang memberikan virus positif yang memberi tambahan spirit untuk bersemangat di dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan di dalam mengarungi perjuangan dalam hidup ini.

Tags: KH Cecep Sobar RohmatMilieu Ujian di Gontor
Share921Tweet463Send
Previous Post

Mahathir: Perang Dagang Rugikan Dunia

Next Post

Demokrat Kuasai Kongres AS, Republik Pegang Senat

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Comments 1

  1. Farda says:
    8 years ago

    Dahsyat, Alhamdulillah ana pernah merasakannya di tahun 90an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

28 May 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

Siswa SDIT Insantama Leuwiliang Belajar Makna Pengurbanan Sambil Mengenal Organ Hewan Kurban

29 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Struktur dan Kultur

Struktur dan Kultur

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

Dari Sedekah Konsumen Alfamart, BAZNAS RI Distribusikan Paket Daging Kurban Hingga ke Desa Terpencil

1 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result