pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Uniknya ‘Milieu’ Ujian di Gontor

Oleh H Cecep Sobar Rohmat, Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 13 Ittihadul Ummah Poso

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
8 November 2018
in Kolom
1
Uniknya ‘Milieu’ Ujian di Gontor

Suasana Belajar Malam Santri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama KH Hasan Abdullah Sahal

Direktur KMI (kulliyyatul Muallimin al-Islamiyah) KH Masyhudi Subari MA di dalam  pengarahan sebelum ujian di Gontor selalu membuka dengan kata-kata “bil-imtihani yukramul mar’u au yuhaanu” yang artinya dengan ujian seseorang bisa menjadi mulia atau sebaliknya bisa menjadi hina. Ujian di Gontor bukan hanya ujian akademis tetapi juga ujian mental, maka di Gontor ada ujian Syafahi yaitu kombinasi antara ujian mental dan akademis.

Pimpinan KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA sering mengatakan bahwa tujuan ujian bukan hanya bagaimana santri bisa menjawab pertanyaan soal ujian, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana santri mengetahui cara belajar yang baik dan benar, dengan kesabaran, kesungguhan, keistiqamahan dan pada akhirnya menikmati proses belajar itu sendiri. Jadi proses belajarlah yang mendidik bukan hanya hasilnya.

“Milieu” (lingkungan) belajar dalam menghadapi ujian di Gontor memang sengaja diciptakan, hal ini ditandai dengan pembukaan belajar keliling malam yang dibuka langsung oleh pimpinan pondok, dan ini sesuai dengan syiar pondok yang sangat terkenal “inna tanfidza attarbiyyah al-khuluqiyah wa al-aqliyyah la yakfi bimujarrodi al-kalam bal la budda an yakuna bil qudwah as shalihah wa ijadi al-biah” artinya; pelaksanaan pendidikan mental dan karakter tidak cukup hanya dengan bicara saja, tetapi harus dengan teladan yang baik dan penciptaan lingkungan.

Setiap masa ujian di Gontor tiba, maka berbagai perasaanpun menyelimuti hati para santri seperti gembira, bahagia, semangat, optimis hingga “deg-degan” yang kerap menyertai di dalam relung hati mereka. Kita dapat  melihat santri  sungguh-sungguh belajar hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah Sang Pencipta, dan sesuai tuntunan Nabi pembawa risalah.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ada satu syiar pondok yang pasti selalu terngiang-ngiang di telinga para santri, yaitu “ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”. Hal inilah yang menjadi pembeda motivasi belajar di Gontor, bahkan para pendiri Gontor sangat memerangi seseorang yang salah niat di dalam belajar, seperti berniat agar dapat ijazah atau belajar untuk mendapat pekerjaan. Menurut Gontor ini adalah penyakit kronis dari rakyat Indonesia yang pola pikirnya masih sama dengan ketika  masih dijajah oleh Belanda dan Jepang, karena zaman dahulu ketika para penjajah mendirikan sekolah, tujuannya hanya untuk menciptakan seorang pekerja dengan tujuan untuk memuluskan dan membantu mereka dalam menjajah dan mempertahankan eksistensinya di dalam merebut sumberdaya alam bangsa kita.

Satu bulan sebelum ujian tiba, para santri sudah berada dalam satu “milieu” yang  menurut KH Hasan Abdullah Sahal di dalam momen pembukaan ujian tulis tahun ini, bahwa “milieu” seperti ini jarang didapatkan di luar Gontor. Momen tersebut ditandai dengan penutupan semua aktivitas keorganisasian ataupun kegiatan klub-klub olahraga harian dan acara lainnya yang tidak berhubungan secara langsung dengan kegiatan belajar santri secara akademis.

Bukan hanya santri, para asatidzpun harus menyesuaikan diri dengan “milieu” belajar, di antaranya mereka tidak diperbolehkan berolahraga di tempat yang terlihat oleh santri, sehingga tidak sampai mengganggu konsentrasi belajar santri. Para guru diwajibkan untuk berkeliling ketika santri belajar di malam hari, yang fungsinya selain memperhatikan belajar santri, mereka juga harus siap menjawab semua pertanyaan santri, dan di saat keliling mereka bisa menasihati santri yang kurang serius atau bermain-main dalam belajar, bahkan mungkin sampai pada tahap membangunkan santri yang tertidur di waktu belajar .

Suasana malam di masa ujian,  para santri banyak yang bangun untuk melaksanakan shalat malam, ada  yang dipimpin oleh wali kelas, ketua rayon dan ada juga yang mereka lakukan secara mandiri. Mereka sangat meyakini bahwa baiknya hubungan kita dengan “Rabb” Sang Pencipta sangat menentukan sukses tidaknya dalam menghadapi segala tantangan di dunia yang fana ini.

Setelah shalat malam mereka mulai membawa buku pelajaran masing-masing. Ada yang belajar sambil berjalan dari mulai depan masjid jami’ sampai gedung Asia, ada juga yang belajar dengan cara berteriak tanda sistem motorik dalam dirinya lebih dominann sehingga berpengaruh kepada cara belajarnya, tetapi ada juga yang belajar menyendiri di sebuah ruangan kosong di ujung kelas gedung Saudi.

Setiap santri berkewajiban membawa buku ke manapun mereka berjalan, ke masjid, ke kelas, bahkan ke kamar mandi sekalipun, tetap harus ada buku di tangan. Mengingat sesuai mahfudhat yang mereka pelajari di kelas satu, bahwa “waktu lebih mahal daripada emas” begitu ajaran Gontor yang mereka dapatkan. Bisa  dibayangkan, andai saja santri mengantre menunggu giliran makan dan mandi selama 15 menit saja, maka waktu itu bisa dipergunakan untuk membaca dan  menghapal satu atau dua bab pelajaran.

Semua hal yang dinggap akan mengganggu “milieu” belajar santri ditertibkan, termasuk semua majalah dinding dan koran harian di“off”kan untuk sementara. Semua itu adalah upaya agar santri fokus kepada pelajarannya, tidak memikirkan hingar bingar keadaan di luar.Ada kata-kata di Gontor yang sangat terkenal “utruk ma siwa ad-dars” yang artinya tinggalkan semua hal kecuali pelajaran.

Setelah shalat Shubuh suara santri yang membaca dan menghapal pelajarannya semakin kencang, bak suara desingan tawon yang berkumpul dekat sarangnya, tanda semua serius di dalam menghadapi ujian. Begitupun ketika malam tiba, setelah shalat Isya mereka berhamburan ke penjuru tempat yang telah ditentukan oleh staf KMI.

Kampus pondok yang begitu luas terlihat sempit ketika ribuan santri bertebaran dengan suara nyaring tanda mereka sedang sungguh-sungguh membaca dan menghapal pelajaran yang mereka pelajari. Begitu juga para asatidz yang berkeliling memburu siapa saja yang membutuhkan penerangan di dalam pelajaran yang dirasakan kurang dipahami, hadir juga para asatidz senior yang rata-rata berumur di atas 50 tahun, biasanya mereka duduk di kursi dan meja yang disediakan khusus untuk konsultasi dan juga mereka siap menjawab santri yang bertanya tentang pelajaran apapun dan tema apapun, terutama pelajaran yang dianggap cukup berat.

Ramai santri yang bertanya kepada para asatidz tentang pelajaran yang mereka anggap sulit untuk difahami. begitupun sebaliknya para asatidz dengan penuh semangat menjelaskan pelajaran yang ditanyakan oleh para santri. Inilah gambaran bagaimana menyatunya para santri dan asatidz di dalam mendukung “milieu” belajar agar tercipta lingkungan yang kondusif untuk meraih kesuksesan ujian di Gontor.

Ketika waktu ujian di pagi hari tiba, setiap ruang ujian diawasi dan dikawal oleh tiga orang pengawas dari guru dan santri kelas enam, yang tugasnya selain membagikan soal juga memantau agar para santri menjawab soal dengan jujur, sehingga tidak ada kesempatan bagi santri untuk berbuat curang. Di Gontor perbuatan curang di dalam ujian adalah termasuk “dosa besar” yang tidak bisa dimaafkan, beberapa kali terjadi ada santri yang berani menyontek, maka hukumannya adalah diskors tanpa ampun, karena sekali lagi bahwa ujian di Gontor adalah juga ujian mental kejujuran bagi santri bahkan bagi guru.

Kertas jawaban terdiri dari kertas kosong untuk jawaban santri dan juga melekat di atasnya “bayyanat”(blanko keterangan) untuk menulis identitas santri, yang mana fungsinya adalah ketika jawaban santri dikumpulkan kepada panitia, maka nomerator sebelum membagikan jawaban santri tersebut kepada pengajarnya untuk diperiksa, mereka memberi tanda terlebih dahulu dengan nomer sesuai yang tertetera di ”bayyanat”, kemudian memisahkan antara bayyanat dan kertas jawaban, sehingga sang guru sebagai pemeriksa tidak mengetahui pemilik dari kertas jawaban tersebut. Inilah salah satu kekhasan sistem ujian di Gontor yang juga sebagai jaminan dari kemurnian nilai yang didapatkan oleh santri, karena sang pengoreksi tidak punya kepentingan dan “interest” apapun terhadap koreksiannya.

Hal lainnya adalah tidak ada satu kendaraanpun yang boleh lewat di depan ruang ujian, biasanya tertulis di sana “mamnu’ul murur huna” artinya kendaraan tidak boleh lewat sini. Panitia ujian bukan hanya mengurusi masalah dalam ruang ujian semata tetapi juga bekerjasama dengan staf pengasuhan santri di dalam membuat “milieu” belajar di luar ruangan ujian, ada penanggung jawab keamanan, bagian-bagian organisasi dan unit-unit usaha yang juga berkewajiban membuat laporan harian ke staf pengasuhan santri.

Selain itu kebersihan ketertiban harus selalu terjaga, yang intinya adalah bagaimana santri bisa nyaman di dalam belajar dan semua “stakeholder” di pondok bisa menyadari akan pentingnya mendukung santri agar meraih kesuksesan di dalam belajar.

Suara dan waktu loncengpun diatur sedemikian rupa agar bisa serempak di dalam disiplin belajar dan masuk kelas, bahkan termasuk pengaturan lonceng untuk istirahat, makan dan shalat semua diatur dengan rapi. Santri kelas enam sebagai santri paling senior mempunyai peranan yang sangat penting di dalam membantu suksesnya ujian. Mereka mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika membantu panitia ujian, dari mulai penguji ujian lisan, pengawas ujian tulis, “qismu al-giro’” (bagian merekatkan kertas jawaban ke “bayyanat”), sampai bagian nomerator, termasuk tentunya bagian yang sangat difavoritkan oleh santri kelas enam yaitu bagian konsumsi.

Hari-hari ujian di Gontor adalah fase kehidupan yang tidak terlupakan, tidak ada waktu di mana di sekitar pondok tidak ada yang tidak belajar, meskipun kita berjalan di dalam kampus di tengah keheningan malam, maka bisa dipastikan kita akan menemukan santri yang sedang belajar, karena terkadang ada santri yang merasa lebih nyaman ketika belajar di kesunyian malam tanpa ada yang mengganggu, dan itulah pilihan. Gontor memberi kebebasan penuh dalam masalah kapan waktu mereka belajar.

Inilah sekelumit potret dan sepotong gambaran tentang “milieu” belajar santri ketika ujian di Gontor yang menjadi kekhasan dan “maziyah” (keunggulan) Gontor dan menjadi kebanggaan santri-santrinya. Hal ini juga dirasakan oleh semua alumni yang bagi mereka ini adalah momen yang tidak  bisa terlupakan sampai masa tua datang, terkadang mereka merindukan “milieu” belajar di Gontor yang mereka tidak pernah menemukannya lagi di luar Gontor.

Bagi saya, melihat para santri semangat belajar di hari-hari ujian adalah hiburan yang mahal harganya, alasannya karena miliu dan lingkungan seperti ini tidak bisa kita temukan di luar pondok, kedua; kesemangatan mereka sangat terasa menular kepada diri saya seolah mereka sedang memberikan virus positif yang memberi tambahan spirit untuk bersemangat di dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan di dalam mengarungi perjuangan dalam hidup ini.

Tags: KH Cecep Sobar RohmatMilieu Ujian di Gontor
Share935Tweet472Send
Previous Post

Mahathir: Perang Dagang Rugikan Dunia

Next Post

Demokrat Kuasai Kongres AS, Republik Pegang Senat

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Comments 1

  1. Farda says:
    8 years ago

    Dahsyat, Alhamdulillah ana pernah merasakannya di tahun 90an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result