Kabul, Gontornews — Taliban Afghanistan telah mengumumkan gencatan senjata tiga hari selama liburan Idul Fitri pada akhir pekan ini. Pernyataan ini menyusul gencatan senjata yang diumumkan oleh pemerintah.
Seperti dirilis Aljazeera, kelompok bersenjata itu mengatakan pada hari Sabtu (9/6), gencatan senjata akan mengecualikan pasukan asing, dan bahwa mereka akan mempertahankan diri terhadap serangan apa pun.
Ini adalah gencatan senjata pertama sejak invasi pimpinan AS pada 2001.
Dalam pidato televisi pada hari Kamis, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata tanpa syarat dengan Taliban hingga 20 Juni, bertepatan dengan berakhirnya bulan puasa Ramadhan.
Ghani mengatakan, pertempuran melawan kelompok bersenjata lainnya seperti Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) akan terus berlanjut.
Langkah mengejutkan oleh pemerintah muncul beberapa hari setelah pertemuan para ulama Afghanistan di ibukota, Kabul, mengeluarkan fatwa-fatwa tentang pemboman dan serangan bunuh diri.
Pertemuan ulama itu diserang pada hari Senin oleh seorang pembom bunuh diri, menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Taliban telah mengutuk pertemuan itu, dan bersikeras bahwa perjuangan melawan penjajah asing dibenarkan. Ia malah mendesak para ulama untuk memihaknya menguasai negeri itu. [Rusdiono Mukri]




















