Padang, Gontornews — Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat, memusatkan perayaan malam pergantian tahun dari 2016 ke 2017 di Masjid Agung Nurul Iman dan masjid lainnya di seluruh wilayah daerah tersebut.
“Perayaan ini akan diisi dengan ceramah, zikir, membaca al-Qur’an, dan shalat bersama di kalangan pegawai pemerintah dan masyarakat tepat malam pergantian tahun,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, di Padang, Sabtu (31/12).
Ia telah memerintahkan jajaran pegawainya untuk meramaikan Masjid Agung Nurul Iman pada Sabtu yang dilanjutkan Minggu 1 Januari 2017 sebagai syukuran atas hadirnya tahun baru. Kegiatan ini katanya, akan dilaksanakan selama satu malam penuh hingga datangnya Shubuh mulai dari zikir akbar, tausyiah atau ceramah agama, muhasabah atau berdoa, membaca al-Qur’an, shalat Tahajud, Shubuh Mubarakah, Shubuh berjamaah dan shalat sunah Syuruq.
“Kegiatan ini lebih pas menjelang pergantian tahun sebagai evaluasi diri atas satu tahun ke belakang dan rencana satu tahun ke depan,” tambahnya seperti dilansir antaranews.com.
Dia menyebutkan kegiatan ini sengaja digelar untuk menghindarkan warga Padang dari perayaan tahun baru yang berujung merugikan atau bencana. Menurutnya perayaan tahun baru besar-besaran dengan kembang api, terompet atau semacamnya bukanlah kebudayaan Minangkabau bahkan Indonesia.
Sebab kata dia, kebudayaan Minang dan Indonesia menjunjung tinggi perdamaian dan toleransi sehingga kegiatan hura-hura tahun baru bukan termasuk ke dalamnya. “Kami berharap warga Padang nantinya mengalihkan agenda tahun baruan di kegiatan kami,” kata dia.
Tak hanya di masjid Nurul Iman, pihaknya juga telah mengimbau semua masjid dan mushala untuk menggelar kegiatan serupa pada pergantian tahun tersebut. “Diharapkan juga generasi muda mau mengikutinya, khususnya siswa sekolah,” ujarnya. [Fathurroji/Rus]




















