pesanan-baju-kaos
37 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 15 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Trimurti

Waspadai Perang Kebudayaan

Oleh KH Imam Zarkasyi, Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Wafat 30 April 1985

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
12 September 2021
in Trimurti
0
Foto: Gontor

Kepulauan Hindia Timur yang sekarang bernama Indonesia pernah menjadi koloni Belanda selama tiga setengah abad dengan nama Hindia Belanda Timur. Pemerintah Belanda bermaksud mengubah koloni ini menjadi negeri Belanda baru. Maka, dimasukkanlah semua sendi kehidupan Barat ke negeri ini. Yang terpenting adalah agama Kristen. Upaya-upaya kristenisasi dilakukan, dan politik kristenisasi dilancarkan agar negeri ini menjadi negeri Belanda Kristen Baru.

Namun usaha ini terancam gagal. Maka segeralah pemerintah kolonial menemui Prof Snouck Hurgronje untuk berkonsultasi mengenai masalah ini. Dalam ceramahnya berjudul ”Belanda dan Islam” di Universitas Leiden, Belanda, pada 1911, Snouck menegaskan Belanda untuk mempertahankan koloni-koloninya. Ia menganjurkan, setelah menundukkan Hindia Belanda secara geografis dan politis, maka pemerintah Belanda selanjutnya harus mampu menguasainya secara intelektual dan kultural.

Ia menyatakan: ”Berikan kebebasan beribadah kepada umat Islam Indonesia. Jangan beri mereka ajaran Islam yang berkenaan dengan pemerintahan dan politik. Berikan kesempatan seluas-luasnya bagi aktivitas mereka di bidang sosial saja.”

Snouck menasihatkan agar pemerintah Belanda bersikap netral terhadap ajaran Islam dalam arti sempit. Yaitu yang bersifat ibadah an sich. Ia isyaratkan perlunya pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah haji. Karena melalui ibadah haji, kaum Muslimin Indonesia akan memperoleh suntikan semangat baru untuk melanjutkan gerakan pembebasan. Terutama setelah mereka bertemu banyak bangsa Muslim lainnya di Mekkah.

BACA JUGA

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Pertama)

Jangan Kecil Hati (Bagian Kedua – Selesai)

Jangan Kecil Hati (Bagian Pertama)

Menurut Snouck, sejak abad 16 dan 17, Mekkah telah menjadi pusat para pemberontak Muslim yang melarikan diri dari kerajaan penjajah.

Menurutnya, para jamaah haji bagaikan ”bahan peledak” yang mengancam sistem kolonial di Indonesia. Karena itu ia meminta agar pemerintah Belanda tidak memberi kesempatan bagi tampilnya pandangan-pandangan politik dan pemerintahan yang bersumber dari ajaran Islam. Seperti teori tentang khilâfah, pan-Islamisme, jihad, dan sebagainya.

Pengawasan kedua yaitu terhadap para pelajar Indonesia yang belajar di negara-negara Arab dan Islam, seperti Mesir dan lainnya. Pengawasan lainnya  terhadap buku-buku keagamaan yang berasal dari negara-negara Islam. Karena buku-buku itu juga dapat menyulut api revolusi dan pemberontakan terhadap penjajah.

Tujuan semua pengawasan itu  untuk menjauhkan umat Islam Indonesia dari pengaruh Mesir dan negara-negara Islam lainnya, atau pengaruh politik Islam dan gerakan-gerakan Islam di luar negeri yang akan menyulut api pemberontakan melawan penjajah. Kesimpulannya, harus dilakukan upaya memersempit lapangan ajaran Islam ke satu sudut saja, yaitu masjid. Sehingga Islam tak dapat tersiar sebagai ajaran yang mengatur kehidupan dan mengajarkan jihad.

Pemerintah Belanda pun patuh melaksanakan saran-saran Snouck Hurgronje tersebut. Maka, pada 1912 terjadi perubahan sikap politik Belanda. Atas prakarsa mereka, didirikanlah beberapa organisasi social Islam dan sosial nasional. Di berbagai daerah juga didirikan beberapa sekolah untuk merenggut dan melepaskan ajaran Islam dari jiwa generasi muda Muslim yang belajar di sana. Sekolah-sekolah itu menjadi pintu gerbang masuknya kebudayaan Barat ke dalam kehidupan bangsa Indonesia, sehingga akhirnya dapat menguasai pemikiran anak-anak Muslim Indonesia.

Bersamaan dengan itu, gerakan-gerakan zending dan misionaris juga giat berusaha menghapuskan pendidikan agama Islam yang memang tinggal sedikit di masyarakat, dan menggantinya dengan pendidikan sekularisme. Gerakan-gerakan itu terus mendorong agar terjadi pemisahan agama dari kehidupan umat Islam, dan menjauhkannya dari lapangan kehidupan masyarakat.

Namun, abad-abad terakhir menjadi abad kesadaran Islam dan kebangkitan Islam. Di abad ini lahir para pembaru, pemimpin, dan pahlawan Islam seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad ibn Abdul Wahab, dan lain-lain. Mereka berjuang mengembalikan kejayaan Islam dan umat Islam, mengingatkan mereka akan bahaya penjajahan Barat pada semua segi kehidupan, serta menyerukan agar umat Islam kembali kepada ajaran Islam yang lurus serta menegakkan dan menjunjung tinggi kalimat Allah. []

Tags: GontorKebudayaanKolonialisme
Share15Tweet10Send
Previous Post

Drone Targetkan Bandara Irak Utara Setelah Jeda 2 Bulan

Next Post

Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta Mewisuda 381 Mahasiswa

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
Pondok Harus Berdiri Atas Dasar Keterpanggilan Hati

Pondok Harus Berdiri Atas Dasar Keterpanggilan Hati

12 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

0
Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

0
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

0
Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

Feri Amsari Hadiri Bedah Buku ‘Politik Kaum Tertindas’

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

15 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

15 October 2026
Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

Gontor Kampus 12 Siak Sukses Gelar Perhelatan Akbar Gontor Olympiad

15 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

IQT UNIDA Gontor Pelajari Tafsir Kontemporer di Pusat Studi Al-Qur’an

13 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result