Istanbul, Gontornews — Situasi COVID-19 di Turki tidak seburuk di negara-negara Eropa lainnya atau AS. Ini karena pemakaian masker dan aturan jarak sosial lebih ditaati, kata Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Turki.
Dalam wawancara dengan media massa Jerman, Deutsche Welle, 4 Desember, Kantor WHO di Turki menerangkan tentang situasi terbaru COVID-19 di negara itu dan dunia pada umumnya. Sayangnya, penjelasannya disalahartikan oleh beberapa media, kata WHO Turki pada 6 Desember di akun Twitter.
Dalam akun itu WHO mengatakan: “Situasi global yang mengkhawatirkan karena kasus makin meningkat, dan dengan musim dingin yang membuat kita lebih banyak berada di dalam ruangan, kasus corona akan makin meningkat.”
Mengomentari tentang pendekatan Turki dalam memerangi COVID-19, WHO Turki menggarisbawahi bahwa dalam hal jumlah kasus, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan telah mengeluarkan data secara transparan.
WHO meminta semua negara anggotanya untuk melaporkan semua kasus positif, baik yang bergejala maupun tanpa gejala.
“Dalam kasus Turki, setidaknya kita mengambil ‘asimtomatik’ dan memastikan isolasi dan karantina sehingga kita memilih proporsi asimtomatik untuk mengekang penyebaran diam-diam ini di Turki,” tambahnya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Berbicara tentang transparansi jumlah kasus di Turki, ia menegaskan: “Turki dikelola dengan baik sejak awal. Kami tidak seburuk di negara lain sekarang. Tapi kita harus tetap berkomitmen pada semua tindakan mitigasi.”
Turki dan WHO memiliki hubungan yang sangat kuat. Direktur Regional WHO telah mengunjungi Turki dua kali dalam enam bulan terakhir, yang menunjukkan hubungan bilateral yang sangat kuat antara kedua entitas tersebut, katanya. []





















