Jenewa-Swiss, Gontornews — Dalam beberapa tahun terakhir, ‘budaya’ menidurkan anak di atas gendongan kain tergantung jarang sekali terlihat. Saat bayi atau anak berusia di bawah 2 tahun mengantuk, orang tua dahulu selalu menidurkan mereka di atas gendongan kain yang tergantung. Faktanya, ‘budaya’ tersebut memang sangat efektif untuk menidurkan seseorang serta memperkuat kondisi memorinya.
Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal University of Geneva, Swiss, mengisyaratkan bahwa gerakan goyang saat tidur memilki manfaat yang luas seperti membuat tidur menjadi lebih baik hingga meningkatkan konsolkidasi memori selama tidur.
“Tidur nyenyak berarti anda dapat tidur dengan cepat dan kemudian terlelap sepanjang malam,” kata salah seorang tim peneliti, Laurence Bayer, sebagaimana dilansir Reuters.
“Responden kami tertidur lebih cepat saat digoyang dan memiliki periode tidur yang lebih lama tanpa gangguan berarti di malam hari. Dengan demikian, kami ingin menunjukkan bahwa goyangan saat tidur baik untuk tidur,” tambah Bayer.
Sebelumnya, Bayer dan tim menunjukkan bahwa mereka mengujicoba efek goyangan terhadap para responden selama 45 menit. Merekapun mulai mengamati efek goyang pada tidur serta efek gelombang otak saat mereka tertidur sepanjang malam.
Temuan ini mungkin saja dapat membantu pasien dengan gangguan insomnia, kurang tidur atau pemilik gangguan memori. Peneliti pun mulai mempersiapkan sebuah alat yang mampu mengeksplorasi struktur otak saat seseorang tengah terlelap akibat tidur dengan goyangan.
“Alat ini seperti optogenetika dapat membantu kami menguraikan struktur atau populasi neuron dan menerima rangsangan dari organ otolitik serta memindahkannya lebih jauh ke struktur sirkui tidur,”kata peneliti utama, Paul Franken.
“Memetakan jaringan komunikasi antara kedua sistem akan memberikan pemahaman dasar serta target klinis baru untuk mengatasi gangguan tidur,” tambahnya mengakhiri. [Mohamad Deny Irawan]






















