Dhaka, Gontornews — Pemerintah Bangladesh berharap dunia internasional menjaga serta memastikan proses repatriasi etnis Rohingya berjalan dengan aman, terjamin dan bermartabat. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Bangladesh, AK Abdul Momen saat bertemu dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di India di New Delhi, Jum’at (8/2) malam waktu setempat.
“Kami menginginkan tempat yang aman bagi etnis Rohingya di Rakhine Myanmar melalui pengawasan yang dilakukan oleh India, Cina, ASEAN dan negara-negara lainnya,” kata AK Abdul Momen sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
“Karenanya, India dan Cina sangat ramah dengan Myanmar, mereka dapat menerima proposal yang kami ajukan,” tambah Momen.
Momen pun menyebut bahwa PM Modi menyetujui serta mengapresiasi gagasan yang diajukan oleh Bangladesh itu serta berharap India mau membantu Bangladesh dalam menyampaikan proposal ini kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.
“Tujuan kami adalah untuk memastikan repatriasi pengungsi Rohingya ke Rakhine berjalan dengan selamat,” ungkap Momen.
“Kalau tidak ditangani dengan baik, (kami khawatir) radikalisme serta ketidakpastian di kawasan tersebut dapat menghambat perdamaian serta stabilitasnya. Bangladesh sendiri tengah menghadapi tantangan besar berupa kelebihan penduduk akibat masuknya pengungsi Rohingya,” imbuhnya.
Momen pun yakin bahwa hubungan baik antara India dan Bangladesh akan berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh negara tetangga di sekitarnya.
“Kami yakin dapat menyelesaikan semua masalah yang dihadapi negara-negara tetangga melalui diskusi karena Bangladesh dan India memiliki hubungan yang baik,” pungkas Momen. [Mohamad Deny Irawan]


















