Bogota, Gontornews — Sedikitnya sembilan orang tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera setelah sebuah bom mobil meledak di sebuah akademi kepolisian di ibukota Kolombia, Bogota, kata kementerian pertahanan, Kamis (17/1) seperti dirilis Aljazeera.
Suasana di luar Sekolah Polisi Jenderal Santander di selatan Bogota kacau balau setelah pemboman. Ambulans dan helikopter bergegas ke fasilitas yang biasanya dikontrol ketat itu.
Saksi mata mengatakan kepada Associated Press bahwa mereka mendengar ledakan keras yang menghancurkan jendela di gedung-gedung yang berdekatan.
Rafael Trujillo mengatakan, dia sedang mengirimkan keperluan perawatan untuk putranya, Gerson, yang sedang dirawat ketika dia terhenti karena mendengar suara ledakan keras.
“Saya sedih dan sangat khawatir karena saya tidak tahu tentang keberadaan putra saya,” kata Trujillo.
Video dan foto yang diposting oleh media lokal dari tempat kejadian menunjukkan sisa-sisa kendaraan yang terbakar. Sejumlah jendela bangunan tampak hancur.
Media lokal, mengutip pihak berwenang yang tidak mau disebutkan namanya, melaporkan belasan orang terluka. [Rusdiono Mukri]




















