Jakarta, Gontornews — Sebanyak 15 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Islam (OKP) di Indonesia meminta agar Presiden Indonesia, Joko Widodo bertanggung jawab atas meninggalnya enam anggota FPI, Senin (7/12) lalu. Hal itu disampaiakan melalui surat pernyataan elektronik kepada awak media.
Dalam surat pernyataan tersebut, belasan oragnisasi pemuda muslim itu mengatakan sebagai panglima tertinggi dalam penegakakan hukum dan HAM, presiden harus tegas dalam mengambil alih penuntasan masalah pelanggaran HAM yang menyebabkan kematian 6 orang tersebut.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga,” katanya.
Mereka juga menyayangkan tindakan aparat kepolisian yang melakukan extra judicial killing terhadap para korban dan menyebut bahwa hal itu jelas adalah pelanggaran hukum dam HAM.
“Kemudian meminta Presiden secepatnya membentuk Tim Independen Pencari Fakta untuk mengungkap fakta dan memastikan penegakkan hukum yang adil, transparan, independen yang sesuai dengan aturan perundang-undangan agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang semakin luas di tengah masyarakat,” tulisnya.
Dalam surat pernyataan yang terdiri dari enam point itu juga menyatakan bahwa organisasi pemuda tersebut akan akan mengawal proses penegakan hukum terhadap kasus ini dan mengkonsolidasikannya.
Ke – 15 OKP Islam tersebut adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO), Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI), Himpunan Mahasiswa Persis (HIMA Persis), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Pemuda Muslim Indonesia, Pemuda Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Pemuda DDII), Pemuda Persatuan Umat Islam (Pemuda PUI), Pemuda Hidayatullah, Barisan Muda Al Ittihadiyah, Pemuda Al Irsyad dan Pemuda Persis.[Devi]





















