Istanbul, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup Turki, Kamis (23/02/2023), telah menyelesaikan 80 persen penilaian kerusakan di zona gempa Turki Selatan. Dalam prosesnya, otoritas terkait mengerahkan sebanyak 7.300 personel yang bekerja untuk mengevaluasi kerusakan pasca gempa kembar yang mengguncang lebih dari belasan provinsi tersebut.
“Sisanya, mudah-mudahan akan selesai dalam beberapa hari,” kata Menteri Lingkungan Hidup Turki, Murat Kurum, sebagaimana dilansir Yeni Safak.
“Kami telah mengerahkan semua fasilitas negara kami untuk 11 provinsi yang terkena dampak gempa,” sambungnya.
Kurum menambahkan jajarannya melaporkan ada sekitar 164.000 bangunan dan 518.000 unit indivudu yang rusak dan hancur pasca gempa. Sebagian besar bangunan yang hancur di sekitar zona gempa dibangun sebelum tahun 1999. Kurum menjelaskan tidak ada pemeriksaan yang dilakukan pada gedung-gedung tersebut selama tahap konstruksi.
“Sekitar 98 persen struktur yang dibangun sebelum tahun 1999 hancur akibat gempa bumi karena tidak mendapatkan pelayanan teknik,” ungkap Kurum.
Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter dan 7,6 Skala Richter berpusat di distrik Elbistan, Kahramanmaras, Turki Selatan. Gempa kembar ini juga mengguncang sejumlah provinsi di sekitar zona gempa seperti Gaziantep, Hatay, Adiyaman, Malatya, Kilis, Adana, Diyarbakir, Osmaniye, Sanliurfa dan Elazig. Setidaknya, 13,5 juta warga terdampak gempa tersebut.
Badan penanggulanan bencana Turki, AFAD, melaporkan setidaknya 43.556 orang tewas dalam gempa kembar yang mengguncang Turki pada 6 Februari 2023 lalu.
Presiden Racip Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan mulai membangun lebih dari 200.000 rumah pada awal Maret di atas wilayah yang hancur akibat gempa. Erdogan menargetkan pembangunan berlangsung dalam rentang waktu satu tahun. [Mohamad Deny Irawan]





















