Teheran, Gontornews — Dua kapal tanker minyak telah dievakuasi di Teluk Oman menyusul serangan yang dilaporkan terhadap kapal-kapal itu, Kamis (13/6). Serangan ini memicu kekhawatiran internasional dan membuat harga minyak melonjak.
Puluhan anggota awak dari Front Altair yang berbendera Kepulauan Marshall dan Kokuka Courageous yang berbendera Panama meninggalkan kapal pada hari Kamis setelah mengirimkan panggilan darurat di tengah ledakan di atas kapal.
Penyebab ledakan belum diketahui. Tapi satu operator mengatakan mereka menduga kapalnya diserang oleh torpedo.
Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) melaporkan bahwa tim SAR Iran menyelamatkan 44 pelaut – 21 dari Kokuka Courageous dan 23 dari Front Altair – dan membawa mereka ke pelabuhan terdekat, Jask.
Armada Kelima yang bermarkas di Angkatan Laut AS di Bahrain mengatakan, mereka juga membantu para tanker setelah menerima dua panggilan darurat.
Sebuah pernyataan oleh perusahaan manajemen Kokuka Courageous, BSM Ship Management (Singapura), mengatakan 21 awak kapal meninggalkan kapal setelah sebuah insiden di atas kapal yang mengakibatkan kerusakan pada sisi kanan lambung kapal. Kapal itu berada di sekitar 70 mil laut (hampir 130 km) dari Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), dan sekitar 14 mil laut (26 km) dari pantai Iran.
“Kokuka Courageous tetap berada di daerah itu dan tidak terancam tenggelam. Kargo metanol masih utuh,” kata pernyataan itu. Satu anggota kru terluka dalam insiden itu dan menerima perawatan medis di kapal lain di dekatnya, tambahnya. [RM]


















