Singapura, Gontornews — Badan statistik (Departmen of Statistics/DOS) Singapura, Rabu (16/6/2021), melaporkan bahwa 20 persen warga Singapura tidak terafiliasi dengan agama. Angka ini meningkat ketimbang kategori serupa dalam sensus DOS satu dekade silam. Sensus ini melibatkan warga Singapura yang berusia 15 tahun ke atas.
DOS juga melaporkan bahwa agama Budha menjadi kelompok agama mayoritas di Singapura dengan 31,1 persen. Setelah Budha, masyarakat Singapura teridentifikasi beragama Kristen (18,9 persen), Islam (15,6 persen), Taoisme (8,8 persen), Hindu (5 persen) dan lain-lain (0,6 persen).
Jika dibandingkan dengan satu dekade silam, pertumbuhan masyarakat beragama Kristen dan Muslim meningkat pada survei tahun 2020. Sebaliknya, proporsi penganut Tao dan Budha justru menurun ketimbang survei satu dekade silam. Sedangkan penganut agama Hindu dan beberapa agama lain di Singapura relatif tidak mengalami perubahan signifikan atau sama.
“Singapura terus (bertransformasi) menjadi negara dengan beragam agama,” ungkap DOS sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Singapura merupakan negara dengan warga yang berasal dari beragam etnis. DOS pun mencoba mengidentifikasi pemeluk agama berdasarkan etnis yang tinggal di Singapura. Dalam catatan DOS, etnis Cina menjadi etnis di Singapura yang tidak memiliki afiliasi agama terbesar ketimbang etnis Melayu dan India pada tahun 2020.

DOS juga mencatat bahwa 26 persen etnis Cina tidak beragama. Sementara etnis Melayu hanya 0,4 persen dan etnis India 2,2 persen. Sementara di kalangan masyarakat Cina, kelompok tak beragama juga tumbuh paling besar dibanding satu dekade terakhir yang mencatatkan 21,8 persen.
Agama Budha tetap menjadi agama mayoritas etnis Cina dengan 40,4 persen atau menurun 3 persen dari 43 persen penganut agama Budha yang teridentifikasi pada tahun 2010. Sedangkan penganut agama Tao turun menjadi 11,6 persen dari 14,4 persen pada tahun 2010 silam.
Sementara itu, 98,8 persen populasi masyarakat Melayu di Singapura beragama Islam. Sementara 0,4 persen lainnya mengaku tidak beragama. Hindu tetap menjadi agama mayoritas etnis India dengan 57,3 persen. Secara berturut-turut, agama etnis India adalah Islam (23,4 persen), Kristen (12,8 persen), Shikh (4,6 persen).
Menariknya, DOS melaporkan jika pemuda di Singapura tidak memiliki afiliasi dengan agama ketimbang masyarakat berusia tua. Secara khusus, pemuda berusia 15-24 tahun Singapura berkontribusi 24 persen warga yang tidak memiliki agama.
Padahal, kelompok lanjut usia Singapura, berusia 55 tahun ke atas, ‘hanya’ berkontribusi 15 persen dari total warga Singapura yang tidak beragama. “Secara keseluruhan, proporsi warga Singapura yang tidak beragama meningkat di semua kelompok umur,” jelas DOS.
Adapun proporsi agama dalam kelompok umur, DOS melaporkan bahwa proprosi masyarakat tua Singapura memilih agama Buda atau Tao. Sedangkan proporsi masyarakat tua lebih memilih menjadi Muslim ketimbang masyarakat berusia lanjut.
“Proporsi warga beragama Kristen relatif sama di semua kelompok umur,” kata laporan tersebut.
Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, DOS menjabarkan bahwa kelompok yang tidak berafiliasi dengan agama meningkat di sebagian besar jenjang pendidikan. Kelompok tidak beragama meningkat 3,6 persen di jenjang perguruan tinggi.
Satu-satunya kategori masyarakat yang paling kecil proporsi tidak beragama adalah kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan sekolah menengah. Kategori tersebut melaporkan 16 persen populasi atau lebih rendah 0,5 persen dari kategori serupa pada tahun 2010. [Mohamad Deny Irawan]



















