San Antonio, Gontornews — Pihak berwenang Amerika Serikat, Senin (27/6/2022), menemukan 42 migran tewas di dalam sebuah truk di San Antonio Texas. Petugas pemadam kebakaran kota San Antonio mengatakan insiden ini terkait dengan penyelundupan manusia paling mematikan di sepanjang perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.
Departemen Pemadam Kebakaran San Antonio mengatakan 16 orang yang ditemukan di truk trailer berhasil dilarikan ke rumah sakit terdekat karena kepanasan dan kelelahan, termasuk empat orang anak di bawah umur. Atas insiden tersebut, pihak kepolisian berhasil menangkap setidaknya tiga orang.
Sebagai informasi, truk tersebut ditemukan di sebuah jalan dekat rel kereta api di sebuah daerah terpencil pinggiran kota San Antonio sebelah Selatan.
Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard menyebut para migran yang berada di truk tewas dalam kondisi lemas. Otoritas setempat pun menjuluki insiden ini dengan tragedi Texas. Meski demikian, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai status kewarganegaraan para korban tewas dalam tragedi tersebut.
Sejumlah pihak mengkritik kebijakan Presiden Joe Biden mengenai kebijakan imigrasi seiring dengan peningkatan angka migran yang menyeberang di Perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.
Dalam beberapa waktu terakhir, suhu di San Antonio mencapai 39,4 derajat Celcius yang diikuti dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Posisi geografis San Antonio sendiri hanya berjarak 250 kilometer dari perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.
Pada Juli 2017, petugas kepolisian menemukan setidaknya sepuluh imigran meninggal di sebuah truk trailer di parkiran Wal-Mart di San Antonio. Pengadilan lantas mendakwa pengemudi, James Matthew Bradley, dengan hukuman seumur hidup karena terlibat dalam operasi penyelundupan manusia di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. [Mohamad Deny Irawan]






















