New Delhi, Gontornews — Pemerintah India mencatat lebih dari 45.000 kasus black fungus atau jamur hitam mematikan dalam dua bulan terakhir. Menteri Muda Kesehatan India, Bharati Pravin Pawar mengatakan kepada parlemen, Selasa (20/7/2021), bahwa lebih dari 4.200 orang meninggal akibat jamur ganas bernama ilmiah mucormycosis tersebut.
Sejatinya, infeksi jamur hitam ini sangat jarang terjadi tetapi kasus tersebut membengkak selama pandemi Covid-19. Umumnya, penyakit ini menyerang pasien yang berada dalam masa pemulihan Covid-19.
Infeksi jamur hitam merupakan penyakit yang sangat agresif. Ahli bedah bahkan terpaksa menghilangkan mata, hidung bahkan rahang dari pasien untuk menghentikan penyebaran jamur yang menyerang otak. Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 50 persen.
Pemerintah India mengonfirmasi Maharashtra sebagai negara bagian dengan angka kasus jamur hitam tertinggi secara nasional dengan 9.348 kasus.
Sebelum pandemi, India hanya menangani 20 kasus jamur hitam dalam setahun. Umumnya, pasien jamur hitam sangat terkait dengan rendahya sistem kekebalan tubuh seperti mereka yang memiliki kadar gula tinggi, HIV atau penerima transplantasi organ. Para ahli mengaitkan melonjaknya kasus ini terkait dengan penggunaan steroid yang berlebihan dalam mengobati Covid-19.
Pemerintah India menyatakan jamur itu sebagai epidemi pada bulan Mei ketika kasus Covid-19 melonjak. Data pemerintah pun menunjukkan jumlah infeksi Covid-19 memuncak selama Mei dan Juni dan menurun secara substansial.
Surat kabar Hindustan Times, yang dilansir Channel News Asia, melaporkan telah terjadi peningkatan kasus Covid-19 dari kalangan anak-anak dari negara bagian Rajasthan. [Mohamad Deny Irawan]




















