New York, Gontornews — Pemerintah Amerika Serikat, Selasa (27/12/2022), mengumumkan jumlah kematian akibat badai salju mencapai setidaknya 50 orang. Kebanyakan korban mengalami kecelakaan di jalan raya.
“Sayangnya, pihak kepolisian memperkirakan jumlah tersebut akan meningkat,” ungkap Walikota Buffalo, Byron Brown melalui Twitter.
Kota Buffalo merupakan kota terbesar di tepi danau yang lumpuh selama lima hari oleh timbunan salju setinggi dada orang dewasa. Kota tersebut juga terpaksa mengalami pemadaman listrik hujan salju yang terjadi lebih banyak pada Selasa 27 Desember 2022.
Gubernur negara bagian New York, Kathy Hochul, menggambarkan dampak badai salju di kota Bufallo seperti zona perang. “Tentu saja ini adalah badai salju terparah pada abad ini,” kata Hochul kepada wartawan, Senin 26 Desember 2022.
Saat suhu anjlok, para penumpang dan beberapa penduduk melarikan diri dari rumah mereka yang membeku, terjebak di jalan raya dan tidak dapat diselamatkan. Salah satu warga Bufallo Anndel Taylor, 22 tahun, mengatakan bahwa seluruh keluarganya meninggal dunia di dalam mobil setelah terjebak dalam perjalanan sepulang kerja.
Sebuah video yang Taylor kirimkan menunjukkan bahwa kendaraan saudara perempuannya tertutup salju hingga setinggi jendela. Petugas tanggap darurat yang mencoba untuk menyelamatkan tidak berhasil menyelamatkan saudara Taylor setelah terjebak sekitar 18 jam di dalam mobil. Ada kemungkinan, dia tewas karena keracunan karbon monoksida selama di dalam mobil.
Tidak hanya Taylor dan keluarga, seorang ayah sempat mengabadikan situasi saat mereka terjebak di dalam kendaraan saat badai salju menyerang. Beruntung, petugas berhasil menyelamatkan ia dan keempat anaknya setelah terjebak di dalam kendaraan selama 11 jam. [Mohamad Deny Irawan]






















