Istanbul, Gontornews — Pemerintah Turki mengonfirmasi empat kematian serta 343 pasien positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir, Selasa (24/3). Secara total, pasien tertular COVID-19 di Turki mencapai 1.872 dengan 44 kematian.
“Berapa banyak orang (yang terkena COVID-19 di Turki)? Di 195 negara, pertanyaan ini ditanyakan setiap hari. Meskipun kami memiliki kerugian, ini belum terlambat bagi Turki,” kata Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, dalam akun Twitter yang dilansir Yeni Safak.
Dalam kasus COVID-19 terbaru, pasien meninggal dunia diketahui memiliki penyakit paru kronis semetara satu kasus lain karena pasien berusia lanjut. Fahrettin Koca juga menjelaskan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia akibat COVID-19 berasal dari kalangan lansia.
Sejumlah pejabat kesehatan bahkan mulai mengkhawatirkan kontak dengan kalangan muda yang membawa COVID-19 tanpa menunjukkan gejala.
Sementara itu, Pemerintah Turki juga memberikan keistimewaan bagi para pekerja medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19. Pemerintah disebut siap memfasilitasi kebutuhan profesional mereka mulai dari penggunaan transportasi dan fasilias sosial publik gratis bagi petugas kesehatan. Presiden Turki, Racip Tayyip Erdogan, yang memutuskan hal ini langsung.
Para pekerja medis diberikan kemudahan untuk menggunakan layanan transportasi umum seperti Baskentray, Marmaray dan Izban secara gratis hingga 31 Mei mendatang. Pun mereka juga dapat memanfaatkan fasilitas sosial publik lain hingga akhir Mei tanpa membayar apa pun. [Mohamad Deny Irawan]





















