Tokyo, Gontornews — Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyayangkan tindakan warganya yang memilih untuk melancong ke lokasi wisata dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Sejauh ini, Pemerintah Jepang mengonfirmasi lebih dari 1.400 kasus dan 47 kematian akibat COVID-19.
Jumlah ini belum termasuk ratusan penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Yokohama. Pekan ini, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dikabarkan akan segera mempercepat darurat COVID-19.
Pemerintah Tokyo menginstruksikan warganya untuk keluar dari rumah dan menghindari bepergian hingga 12 April mendatang demi mencegah COVID-19.
โSaya menyadari bahwa hari ini adalah akhir pekan. Tetapi tanyakan pada diri anda, apakah anda dapat menunda atau tidak kegiatan anda ke hari lain?โ kata Koike dilansir Reuters.
Sejauh ini, Pemerintah Jepang mengonfirmasi lebih dari 1.400 kasus dan 47 kematian akibat COVID-19. Jumlah ini belum termasuk ratusan penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Yokohama. Pekan ini, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, dikabarkan akan segera mempercepat darurat COVID-19.
Secara nasional, otoritas setempat melaporkan ada 102 kasus baru yang terjadi sepanjang hari Jumโat (27/3). Sementara di Tokyo, pemerintah melaporkan 40 kasus baru di hari yang sama sehingga membuat total kasus COVID-19 di Tokyo mencapai 299 kasus.
Para ahli memperingatkan risiko tinggi penyebaran COVID-19 yang sedemikian masif. Hal ini didasari bagaimana pihak berwenang belum mampu melacak semua kontak dari setengah kasus yang sudah terdeteksi.
Pemerintah Jepang menginstruksikkan pihak militer untuk proses karantina dan membantu pencegahan COVID-19 di Bandara Naria dan Haneda di Tokyo.
Berbeda dengan pusat pandemi COVID-19 di Eropa dan Amerika Serikat, himbauan Gubernur Koike bersifat sukarela. Sementara negara-negara dengan infeksi COVID-19 tinggi seperti Italia, Inggris, Prancis, Spanyol dan Amerika Serikat, menggunakan tindakan keras guna membatasi pergerakan warga.
Pemandangan di depan kediaman pribadi PM Abe di Tokyo pun terlihat biasa saja meski himbauan untuk tetap di rumah telah dikeluarkan. [Mohamad Deny Irawan]




















