Meksiko City, Gontornews — Presiden Meksiko, Andreas Manuel Lopez Obrador, menginstruksikkan warganya untuk tetap tinggal di rumah demi mencegah penyebaran COVID-19, Jum’at (27/3). Dalam video berdurasi 14 menit dan disiarkan langsung melalui Youtube itu, Presiden Obrador, juga menghimbau warga untuk melakukan jarak sosial.
“Kita harus tinggal di rumah, kita harus menjaga jarak sehat,” kata Obrador sebagaiman dilansir Reuters.
Otoritas kesehatan Meksiko melaporkan 717 kasus COVID-19 baru pada Jum’at (27/3) atau naik 585 kasus sehari sebelumnya. Sejauh ini, Meksiko telah melaporkan 12 kematian akibat virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina tersebut.
“Jika kita tidak tinggal di rumah kta, jumlah infeksi bisa saja meningkat. Dan itu akan memenuhi rumah sakit kita. Itu akan (terjadi secara) luar biasa,” ucapnya.
Presiden Obrador mengakui dampak ekonomi akan wabah COVID-19 ini dapat lebih buurk dalam jangka panjang jika perusahaan tidak merumahkan karyawannya. “Saya tahu, ini akan berarti biaya, tetapi kami bisa kehilangan lebih banyak. Tanpa pencegahan, ekonomi bisa jatuh lebih dalam lagi,” paparnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Obrador menuai kritik dair masyarakat setelah ia mengadakan demonstrasi masal di Meksiko. Dalam demonstrasi tersebut, Presiden melakukan pelukan dan mencium para pendukungnya. Menurut pakar medis, kegiatan dalam jumlah banyak sebaiknya ditiadakan dan sebisa mungkin untuk menghindari kontak fisik.
Walaupun demikian, ucapan Presiden Obrador tentang pandemi ini memperkuat keseriusan pemerintah dalam menghadapi virus korona. Pemerintah bahkan menghentikan semua kegiatan tidak penting. Mereka juga mengkampanyekan himbauan untuk menjaga jarak setidaknya satu meter dengan pejabat lain sekalipun melakukan perjalanan dinas ke sejumlah lokasi. [Mohamad Deny Irawan]




















