Wuhan, Gontornews — Pemerintah Kota Wuhan di Provinsi Hubei, Cina, mencabut masa karantina wilayah (lockdown) akibat COVID-19 yang telah berlangsung dalam 2 bulan, Sabtu (28/3). Pencabutan karantina ini memungkinkan beberapa layahan metro dan wilayah perbatasan kembali dibuka sehingga kehidupan masyarakat setempat dipastikan berangsur-angsur normal.
Sejak terputus dari ‘dunia luar’ selama dua bulan, pembukaan Wuhan bak titik balik kemenangan pemerintah Cina dalam menghadapi virus korona. Meski demikian, virus tersebut telah menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia.
Salah seorang warga yang tiba di Wuhan yaitu Guo Liangkai (19). Guo terpaksa bekerja dari Shanghai selama lebih dari satu bulan karena kondisi tersebut. Sejak saat itu, ia tidak dapat menemui keluarganya di Wuhan akibat karantina wilayah yang diberlakukan pemerintah kota Wuhan.
“Saya sangat senang bisa melihat keluarga saya lagi,” kata Guo kepada Reuters.
“Kami ingin berpelukan tetapi sekarang merupakan periode khusus dimana kami tidak bisa saling memeluk atau bertindak seperti ini,” imbuhnya.
Demi mencegah penularan COVID-19, pihak berwenang mengamil tidakan tegas untuk menghentikan orang masuk atau meninggal kota industri tersebut. Warga Wuhan dipaksa tinggal di rumah mereka. Layanan transportasi seperti bus dan taksi ditutup, hanya toko-toko penting yang dibiarkan tetap terbuka.
“Saya berharap pekerjaan saya akan kembali normal. Paling tidak, itu menunjukkan bahwa Cina menang (dari COVID-19),” kata Zhang Yulun, seorang karyawati yang bekerja di Wuhan.
Sementara itu, Komite Kesehatan Nasional Cina melaporkan 54 kasus baru COVID-19, Sabtu (28/3). Semua kasus melibatkan apa yang disebut dengan kasus impor karena berasal dari kalangan ekspatriat. Secara total, Cina melaporkan 81.394 kasus penularan dengan 3.295 kematian akibat COVID-19.
Wuhan sendiri merupakan wilayah penyumbang 60 persen kasus virus korona di Cina. Namun, tren penurunan kasus telah menurun tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kasus COVID-19 terakhir yang tertransmisikan dari warga lokal di Wuhan terjadi pada Senin (23/3) lalu. [Mohamad Deny Irawan]




















