Kuala Lumpur, Gontornews — Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan bahwa puncak pandemi COVID-19 di Malaysia akan tiba pada pertengahan April 2020. Ia mengatakan bahwa tanda-tanda pemetaan infeksi COVID-19 sudah terlihat.
“Berdasarkan data yang tersedia, WHO memproyeksikan bahwa puncak kasus (COVID-19) yang dirawat di rumah sakit pada pertengahan April,” kata Kepala WHO untuk wilayah Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura, Ying-Ru Lo, kepada Reuters.
Hingga Rabu (1/4), Malaysia telah mengonfirmasi 2.908 kasus COVID-19 dengan angka kematian mencapai 45 orang. Sementara pasien dalam pengawasan mencapai 2.218 dan pasien yang sembuh mencapai 645 orang.
Pemerintah Malaysia sendiri memberlakukan karantina berskala nasional di wilayahnya. Otoritas keamanan setempat bahkan menangkap ratusan warga yang berkeliaran di masa karantina. Warga yang ditangkap pun diancam dengan denda atau kurungan penjara 6 bulan.
Selain memberlakukan pembatasan atau lockdown, Malaysia juga telah menutup sekolah, sejumlah aktivitas bisnis serta memberlakukan pembatasan perjalanan hingga 14 April.
“Beberapa orang beralasan bahwa mereka hanya pergi untuk membeli makanan,” kata Menteri Pertahanan Malaysia, Imail Sabri Yaakob, kepada Reuters.
“Tetapi mereka tertangkap keluar hingga empat kali dalam sehari. Pada titik ini, pihak kepolisian telah mengenali wajah mereka,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]























