Dubai, Gontornews — Pemerintah negara-negara Teluk memberlakukan sejumlah aturan ketat untuk dua pekan mendatang demi mencegah COVID-19. Arab Saudi misalnya menutup sebagian kota Laut Merah di Jeddah. Sementara Uni Emirat Arab memberlakukan jam malam sejak 26 Maret hingga dua pekan ke depan.
Sebagaimana diketahui, Arab Saudi menjadi negara terparah dengan infeksi pandemi dari enam anggota dewan kerjasama negara teluk, GCC. Arab Saudi melaporkan 2.179 kasus infeksi dan 29 kematian akibat COVID-19 hingga Sabtu (4/3).
Langkah-langkah serupa juga diberlakukan Pemerintah Saudi seperti Teluk Dammam yang menjadi pintu masuk pasokan industri minyak kerajaan.
Komite Tertinggi Manajemen Krisis dan Bencana Uni Emirat Arab mengatakan bahwa langkah penguncian akan berlangsung 24 jam hingga dua pekan mendatang. Sedangkan Arab Saudi memberlakuka pengucian dan jam malam di tujuh lokasi di Jeddah mulai Sabtu (4/3).
Sementara Dubai membatasi mobilitas warga dan menyiapkan denda bagi pelanggaran aturan. Meski demikian, Pemerintah masih mengizinkan supermarket, apotek dan jasa pengiriman makanan dan obat-obatan untuk terus beroperasi.
Pun dengan layanan metro dan trem Dubai juga ditangguhkan untuk dua minggu ke depan. Sementara transportasi bus digratiskan dan diskon 50 Persen bagi pengguna taksi.
Sementara itu, Kuwait melaporkan kematian pertama akibat COVID-19 pada Sabtu (4/5). Kuwait juga melaporkan peningkatan 62 kasus penularan dalam 24 jam terakhir yang membuat jumlah kasus di Kuwait menjadi 479 kasus.
Meski demikian, Kuwait dan Oman menjadi negara teluk dengan dampak COVID-19 terendah sejauh ini. Oman telah melaporkan 277 kasus dengan satu kematian. sementara Qatar melaporkan 1.075 kasus penularan dengan tiga kematian. [Mohamad Deny Irawan]




















