Kairo, Gontornews — Pemerintah Mesir mengonfirmasi 149 kasus baru COVID-19, Senin (6/4). Jumlah ini jadi jumlah kasus harian tertinggi yang terjadi di Mesir sejak awal bulan Februari lalu. Di saat yang bersamaan, Mesir juga mengonfirmasi 7 kematian baru akibat virus asal Wuhan tersebut.
Secara keseluruhan, Mesir mengonfrimasi 1.322 kasus dengan 85 kematian akibat COVID-19. Sementara 259 pasien dinyatakan pulih dari COVID-19 dan diizinkan untuk pulang dari rumah sakit.
Otoritas kesehatan Mesir mengatakan saat mereka mengidentifikasi lebih dari 1.000 kasus, pihaknya segera melacak kontak serta mengkarantina pasien COVID-19. Jika tidak, kondisi penanganan COVID-19 tentu akan menjadi lebih sulit. Mereka menambahkan.
“Mesir merupakan salah satu negara dengan jumlah infeksi terendah dibandingkan populasi menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” kata Menteri Kesehatan, Hala Zayed Said, sebagaimana dilansir Reuters.
Mesir merupakan negara Arab terpada dengan populasi lebih dari 100 juta orang. Sejak kasus COVID-19 pertama teridentifikasi, mereka memberlakukan jam malam serta menutup bandara dan sejumlah objek wisata.
Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengonfirmasi 1.214.466 kasus COVID-19 dengan 67.767 kematian. Virus mematikan ini juga telah menyebar ke lebih 211 negara di seluruh dunia.
Meski demikian di beberapa negara seperti Cina, jumlah kasus penularan COVID-19 mengalami penurunan. Akan tetapi, kasus COVID-19 tanpa gejala dan kasus impor membuat Cina mewaspadai gelombang kedua penyebaran COVID-19 [Mohamad Deny Irawan]






















