Tirana, Gontornews — Perdana Menteri Edi Rama mengatakan Albania akan membuka kembali sekitar 600 kegiatan bisnis mulai Senin (20/4) mendatang. Upaya ini dilakukan untuk menghidupkan kembali sektor perekonomian Albania yang membeku seiring dengan penanganan wabah COVID-19 yang mendunia.
Sejak infeksi COVID-19 pertama terkonfirmasi pada 9 Maret, Albania mencatat 548 kasus infeksi dengan 26 kematian akibat COVID-19. PM Edi Rama mengatakan rendahnya angka infeksi maupun kematian akibat COVID-19 memungkinkan pemerintah memulihkan sektor perekonomian dalam tiga pekan mendatang.
Selama wabah COVID-19, Pemerintah Albania kehilangan pendapatan sekitar 540 Juta Euro atau setara 9 Triliun Rupiah hingga Juni mendatang. Tidak hanya itu, mereka juga mencatat ada 50.000 warga yang kehilangan pekerjaannya dalam rentang satu bulan terakhir.
Selain menghadapi wabah COVID-19, Pemerintah Albania juga dipusingkan dengan terbatasnya anggaran negara akibat bencana gempa bumi yang menghantam November lalu. Pemerintah menjanjikan pembangunan kembali 17.000 rumah warga yang terdampak gempa.
Reuters melansir daftar bisnis yang dapat memulai lagi aktifitasnya seperti pertanian, perikanan hingga pengolahan makanan.
Sementara industri perbankan, perusahaan konstruksi, pusat layanan, supermarket, perusahaan penyedia barang atau pakaian tetap beroperasi saat penguncian wilayah berlangsung,
Pemerintah juga mulai membuka kemungkinan untuk membuka bar dan restoran atau jasa antar makanan ke rumah bagi pelanggan.
Sementara aturan terkait jam malam dan jam batas untuk berbelanja di Albania tetap berlaku. [Mohamad Deny Irawan]


















