Gaza, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan disinfeksi di sejumlah area publik di Kegubernuran Gaza, Gaza Utara, Gaza Tengah, Khan Younis, dan Rafah. Penyemprotan disinfektan ini bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jabalia dan Gaza. Ikhtiar ini dilakukan demi mencengah penyebaran virus corona dan menjaga kebersihan area yang berpotensi memberikan penyebaran virus corona seperti toko, pusat kota, stasiun pembuangan limbah, jalanan, dan taman.
Berbekal alat pelindung diri lengkap dan tabung berisi disinfektan, para relawan ACT di Gaza bergerak ke berbagai sudut kota. Tiap-tiap tabung diisi oleh cairan disinfektan yang dibawa melalui mobil tangki.
Mitra Aksi Cepat Tanggap di Gaza, Ahmad Annajjar, mengatakan, berkat kebaikan para dermawan Indonesia disinfeksi dapat dilakukan di wilayah dengan satu juta penduduk itu.
“Disinfeksi dilakukan di jalan, tempat umum, seperti kantor polisi dan pertokoan. Terima kasih atas bantuannya,” kata Ahmad dilansir dari laman ACTNews, Selasa (21/4).
Sementara itu, Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT menjelaskan, disinfeksi di Kota Gaza merupakan ikhtiar untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Bersama para dermawan, ACT berupaya membersamai Gaza dalam melawan penyebaran Covid-19 ini. Selain disinfeksi, kami juga memberikan bantuan paket alat kebersihan untuk masyarakat di Kota Gaza,” jelas Said.
Per 20 April 2020, total 15 orang dilaporkan Otoritas Gaza terjangkit Covid-19. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya, yakni 13 kasus. Dua orang yang baru saja dinyatakan positif Covid-19 dijelaskan baru saja melakukan berpergian lima hari lalu. Mereka kini menjalani karantina di salah satu fasilitas karantina di Rafah yang disediakan otoritas Gaza.






















