Kopenhagen, Gontornews — Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, mengatakan pemerintah membuka opsi untuk mengizinkan 500 orang berkumpul pada 1 September 2020 mendatang. Angka ini merupakan yang tertinggi setelah sebelumnya Pemerintah Denmark membatasi perkumpulan lebih dari 10 orang demi mencegah penyebaran COVID-19.
Meski demikian, rencana ini masih perlu disesuaikan dengan perkembangan epidemi COVID-19. Kementerian Kesehatan Denmark, sebagaimana dilansir TV 2, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah perkumpulan lebih dari 10 orang akan dievaluasi paling cepat 10 Mei mendatang.
Pemerintah juga akan memantau dengan cermat dan segera mengambil keputusan berkelanjutan terhadap kondisi pandemi COVID-19. Jika memungkinkan, bukan tidak mungkin, pemerintah akan mencabut larangan berkumpul lebih dari 10 orang dan mengizinkan lebih dari 500 orang pada 1 September mendatang.
Sejak 6 April lalu, Pemerintah Denmark melarang seluruh acara maupun agenda dengan konsentrasi masa besar di Denmark. PM Frederiksen tidak menampik bahwa pelarangan tersebut akan terjadi sepanjang musim panas.
Pemerintah memastikan bahwa keputusan tersebut terkait dengan penilaian otoritas kesehatan terhadap perkembangan COVID-19 di Denmark dalam beberapa bulan mendatang.
Berdasarkan data statistik COVID-19 yang dilansir John Hopkins University, Denmark mengonfirmasi 7.891 kasus infeksi. Sementara angka kematian akibat COVID-19 di Denmark mencapai 364 kasus. [Mohamad Deny Irawan]


















