Malang, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang berkolaborasi dengan Garda Pakde (Galang Dana Pakaian Dekontaminasi) alumni Tata Busana UM mendistribusikan ratusan stok Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai rumah sakit dan puskesmas di Kota dan Kabupaten Malang.
Menurut laporan dari Kepala Cabang ACT Malang, Diki Taufik Sidiq yang mengatakan bahwa permintaan APD dari rumah sakit dan puskesmas di Malang sangat banyak. Mengingat kebutuhan perlengkapan tim medis di berbagai rumah sakit kian menipis berdasarkan laporan yang masuk ke tim ACT Malang.
“Permintaan APD yang masuk ke ACT Malang banyak sekali. Insyaallah kami terus berupaya memenuhi kebutuhan perlengkapan medis yang saat ini sangat diperlukan pejuang medis kita,” kata Diki dilansir dari laman ACTNews, Selasa (21/4).
Diki menambahkan, lebih dari 400 pakaian hazmat diserahkan kepada 13 rumah sakit dan puskesmas. Mereka meliputi RSUD Kota Malang, Public Safety Center (PSC) 119 Blimbing, RSI Aisyiah Malang, Klinik Kidal Medis, Puskesmas Bululawang, RS Mitra Delima Bululawang, Puskesmas Sumbermanjing Wetan, Puskesmas Argotirto, Puskesmas Wajak, Puskesmas Sumbermanjing Kulon, Puskesmas Donomulyo, RS Wafa Husada, dan RS Prima Husada.
Selain pakaian hazmat, ACT Malang juga mendistribusikan 75 unit pelindung wajah, 50 masker, serta 150 botol hand sanitizer ukuran 250 ml. Pendistribusian bantuan APD dan paket sanitasi akan terus berlangsung mengingat kebutuhan perlengkapan medis di rumah sakit dan puskesmas masih tinggi.
Selain melakukan pendistribusian kebutuhan tim medis ke rumah sakit dan puskesmas, di hari yang sama ACT Malang juga membagikan 100 botol hand sanitizer untuk masyarakat di sekitar kantor Jasa Tirta 1 di jl. Surabaya, Kota Malang. Pendistribusian bantuan ini terselenggara atas kerja sama dengan Jasa Tirta.






















