Uttar Pradesh, Gontornews — Perdana Menteri India, Narendra Modi, bersiap untuk membangun kuil di atas situs suci Ayodhya. Secara seremonial, PM Modi, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kuil suci di Ayodhya, Rabu (5/8). Keputusan ini berpotensi memicu kerusuhan mematikan di seluruh negeri setelah Mahkamah Agung India memutuskan untuk menghancurkan Masjid Babri.
Acara ini merupakan janji kampanye Modi dan partai nasionalis Hindu yang menandai komitmen pemerintah di tahun pertamanya.
Keputusan Mahkamah Agung India kala itu memicu kerusuhan terutama bagi komunitas muslim di Uttar Pradesh. Sebagai timbal balik putusan Mahkamah Agung India tersebut, komunitas muslim di Uttar Pradesh akan dibangunkan sebuah masjid.
Sejumlah komunitas muslim di India mengecam putusan tersebut seraya menyebut Masjid Babri akan tetap ada dan selalu ada.
“Perampasan tanah oleh penilaian yang tidak adil, menindas, memalukan serta memenangkan mayoritas tidak dapat mengubah status (keberadaan Masjid Babri),” ungkap komunitas All-India Muslim Personal Law Board dalam akun Twitter.
“Kami tidak perlu berpatah hati. Situasi tersebut tidak akan bertahan selamanya,” imbuhnya sebagaimana dilansir Reuters.
Konflik Masjid Babri bermula ketika komunitas Hindu mempercayai situs suci tersebut sebagai lokasi kelahiran dewa Ram. Namun, komunitas muslim menolak klaim tersebut seraya mengatakan bahwa Masjid Babri dibangun pada abad ke-16 di bawah dinasti Muslim Mughal.
Pada 1992, masjid tersebut dihancurkan oleh sekelompok warga Hindu. Akibatnya, kericuhan tidak terelakkan. Sekitar 2000 orang, mayoritas muslim, dikabarkan tewas.
Bagi Modi, kunjungan ke Uttar Pradesh kali ini merupakan yang pertama sejak menjabat sebagai Perdana Menteri tahun 2014. Sejumlah petugas keamanan di Ayodhya menjaga lokasi yang dihadiri oleh ribuan warga. [Mohamad Deny Irawan]


















