Beirut, Gontornews — Pemimpin kelompok militan Palestina, Hamas, Ismail Haniyeh, pada hari Ahad (6/9) memperingatkan Israel bahwa organisasinya memiliki rudal yang mampu menyerang kota Tel Aviv, pusat komersial dan budaya Israel, dan daerah-daerah di sekitarnya.
Komentar Ismail Haniyeh itu disampaikan dalam kunjungannya ke kamp pengungsi Palestina di Ein el-Hilweh dekat kota pelabuhan Sidon, Lebanon.
Haniyeh dan delegasi Hamas sebelumnya bertemu dengan pemimpin kelompok militan Lebanon Hizbullah, Hassan Nasrallah. Mereka membahas situasi di Timur Tengah dan normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab dan Israel, kata pernyataan Hizbullah.
“Rudal kami memiliki jangkauan beberapa kilometer (mil) dari perbatasan Gaza,” kata Haniyeh dikutip Arabnews.com.
“Hari ini perlawanan di Gaza memiliki rudal yang dapat menghantam Tel Aviv dan di luar Tel Aviv.”
Roket Hamas telah mencapai Tel Aviv dan sekitarnya pada putaran pertempuran sebelumnya, tetapi peluncuran semacam itu jarang terjadi dan dianggap sebagai eskalasi serius oleh Israel. Kota metropolis tepi pantai ini terletak sekitar 70 kilometer (45 mil) di utara Gaza.
Israel dan Hamas telah berperang tiga kali dan beberapa pertempuran kecil selama 13 tahun terakhir. Tidak ada pihak yang diyakini ingin berperang, tetapi setiap korban dapat memicu konflik yang lebih luas.
Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Hamas meluncurkan balon pembakar ke Israel, dalam upaya untuk menekan Israel agar meringankan blokade yang diberlakukan di Gaza ketika Hamas merebut kekuasaan pada tahun 2007.
Kelompok itu juga menembakkan roket ke Israel dalam beberapa pekan terakhir. Serangan ini dipandang sebagai peningkatan yang signifikan. []


















