Niamey, Gontornews — Badan PBB untuk urusan kemanusiaan, Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), melansir 760.000 warga di negara-negara di Afrika barat dan tengah terdampak banjir parah. OCHA mengabarkan 111 orang dikabarkan tewas akibat bencana banjir tersebut.
Sebagaimana diketahui, banjir di Afrika tengah dan barat kerap terjadi selama musim hujan berlangsung. Namun, perubahan iklim, penggundulan lahan serta perencanaan kota yang buruk semakin memperparah bencana banjir di wilayah tersebut.
OCHA menyebut Burkina Faso, Kamerun, Chad, Ghana, Niger, Mali, Nigeria, Republik Kongo dan Senegal sebagai negara paling terdampak musibah tersebut.
“Saya harus menggunakan perahu atau berjalan di atas air untuk berangkat ke universitas,” kata Hachimou Abdou, seorang mahasiswa salah satu universitas di Niamey, ibukota Niger.
Reuters melansir hujan deras yang terjadi di sepanjang bulan Agustus telah membuat sungai meluap. Akibatnya, 32.000 rumah dan 5.768 hektar lahan pertanian di Niger terendam banjir. Secara umum, hampir 333.000 warga Niger terdampak akibat bencana ini. Belum lagi, Chad melaporkan 188.000 warganya terdampak banjir. OCHA pun sempat mengeluarkan peringatan potensi kekurangan pangan akibat tergenangnya lahan pertanian.
Direktur OCHA, Julie Belanger, menjelaskan masyarakat di dua wilayah tidak mampu menghadapi bencana akibat ketidakstabilan politik, kurangnya pangan serta pengungsian. Lebih dari 25 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan di daerah Sahel sedang mengalami kekerasan dan pemberontakan.
“Banyak dari populasi tersebut tinggal di daerah rawan banjir. Hanya masalah waktu saja bagi mereka untuk menghadapi risiko epidemi,” tutup Belanger. [Mohamad Deny Irawan]


















