Ankara, Gontornews — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengkritik Kelompok Minsk dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE), yang dibentuk untuk mencari solusi damai konflik Nagorno-Karabakh, dengan mengabaikan masalah di wilayah tersebut.
“Terutama yang disebut sebagai trio Minsk Amerika, Rusia, Prancis dan upaya mereka untuk melakukan gencatan senjata dalam menghadapi situasi negatif ini, yang telah tecermin hari-hari ini karena mereka telah mengabaikan masalah ini selama hampir 30 tahun,” kata Erdogan di depan Parlemen Turki, Kamis, 1 Oktober.
“Krisis yang dimulai dengan pendudukan Krimea di Laut Hitam bisa muncul kembali kapan saja. Bentrokan yang dimulai dengan penyerangan Armenia yang menduduki Nagorno-Karabakh melawan Azerbaijan merupakan contoh yang paling konkret,” imbuhnya dikutip Hurriyetdailynews.com.
Dia mengulangi pernyataannya bahwa Armenia harus mundur dari Nagorno-Karabakh jika ingin perdamaian abadi di wilayah tempat Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia bentrok selama lima hari.
Menurut Erdogan, aneh bahwa Amerika Serikat, Rusia, dan Prancis terlibat dalam upaya gencatan senjata di wilayah Kaukasus yang disengketakan, karena mereka mengabaikan masalah di sana selama sekitar 30 tahun.
Erdogan mengaku telah berdiskusi dengan mitranya dari AS, Donald Trump, Vladimir Putin dari Rusia, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, tetapi pembicaraan itu belum membuahkan hasil.
“Saudara-saudara kita di Azerbaijan sekarang menunggu hari mereka akan kembali ke tanah air mereka. Tidak ada yang membicarakan masalah (ide) ini. Mari kita bicarakan ini dulu,” katanya.
Turki akan mendukung Azerbaijan dengan segala cara sesuai dengan prinsip “dua negara, satu bangsa”, kata Erdogan. []




















