Los Angeles, Gontornews — Gubernur California, Gavin Newsom, Rabu (30/12), mengonfirmasi varian baru virus korona asal Inggris di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan Newsom dalam diskusi online tentang pandemi Covid-19 dengan spesialis penyakit menular terkemua, Dr Anthony Fauci.
Dalam penjelasannya, Fauci mengaku tidak terkejut dengan temuan tersebut seraya memprediksi temuan serupa akan terdeteksi di sejumlah negara bagian lain. Sebelum California, temuan kasus varian baru virus korona terkonfirmasi di Colorado.
Kasus pertama varian baru virus korona di Amerika Serikat pertama kali teridentifikasi oleh Gubernur Colorado, Jared Polis, Selasa (29/12). Meski demikian, para ilmuwan meyakini bahwa varian virus baru tersebut sangat menular kendati tidak menunjukkan gejala seperti varian virus sebelumnya.
Kasus pertama varian baru virus korona dialami oleh seorang tentara National Guard berusia 20 tahun yang bertugas menangani wabah Covid-19 di Elbert Country, Denver.
Selanjutnya, Direktur Departemen Kesehatan dan Lingkungan Masyarakat Colorado kembali mengonfirmasi kasus kedua varian baru virus korona. Namun, hasil laboratorium terbaru belum terkonfirmasi.
Selain Amerika Serikat, varian baru virus korona telah terdeteksi di sejumlah negara Eropa, Amerika maupun Asia. Negara-negara seperti Kanada, Australia, India, Korea Selatan dan Jepang mengonfirmasi kasus varian baru virus korona.
Meski para ahli yakin bahwa varian baru virus korona tidak berbahaya, kebutuhan untuk segera melakukan vaksin dengan cepat menjadi penting.
Demi menanggulangi kasus ini, Amerika Serikat mewajibkan semua penumpang maskapai yang tiba dari Inggris untuk melakukan tes Covid-19. Maksimal 72 jam sejak keberangkatan.
Pemerintah juga berencana untuk memperluas pengujian virus korona bagi pengguna pesawat dari luar Inggris pekan depan. [Mohamad Deny Irawan]



















