Jakarta, Gontornews – Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP NA) memberikan tanggapan dan saran kepada pemerintah agar membuat larangan tegas terkait perokok yang makin mengancam kalangan bawah umur. Bagi PP NA, hal ini disebabkan oleh maraknya iklan-iklan rokok yang beredar di televisi.
Untuk menanggulangi masalah ini, PP NA tengah mempersiapkan program Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah atau disingkat Pashmina.
“Program tersebut tidak hanya mengkaji layanan kesehatan semata, tetapi kegiatan-kegiatan remaja seperti menonton film edukatif, bermain musik, berenang dan lain sebagainya,” kata Elyusra Muallimin di Auditorium KH Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (25/1).
Lebih lanjut, Bendahara PP NA itu menyebut ketiadaan ruang aman bagi anak dan remaja agar terbebas dari rokok harus dibenahi. Upaya preventif pertama yang perlu dilakukan adalah dengan membendung iklan rokok di televisi. langkah ini dilakukan untuk mengurangi peningkatan jumlah perokok baru.
“Mengenai hal tersebut, AMM dan quality nasional masyarakat sipil mendukung dan mendesak adanya larangan yang keras terhadap iklan rokok dan zat adiktif, serta mendesak negara untuk membendung gelombang perokok baru,” tambah Ira
Selain itu, PP NA juga memberikan beberapa poin untuk mendesak pemerintah terkait permasalahan rokok yang semakin memburuk yakni: 1) Mendesak adanya regulasi khusus untuk konsumen rokok di bawah usia agar ada edukasi baik terhadap pihak yang bersangkutan ataupun orangtuanya; 2) Adanya jaminan kesehatan terhadap pekerja industri rokok; 3) Mendesak batasan terhadap pekerja perempuan usia produktif untuk menjaga dan mempertimbangkan kesehatannya; dan 4) Mendesak pemerintah untuk meminimalisir iklan rokok di lingkungan publik. Mohamad Deny Irawan




















