Yangon, Gontornews — Lembaga moneter internasional, IMF, mengatakan pihaknya menggelontorkan bantuan sebesar 350 Juta Dollar Amerika Serikat kepada Myanmar. Dalam keterangan resminya, IMF mengatakan bahwa dana hibah tersebut akan digunakan sebagai bantuan untuk memerangi pandemi Covid-19.
Senin (1/2/2021), pimpinan militer Myanmar menahan pemimpin terpilihย Aung San Suu Kyi dan pimpinan partai National League for Democracy (NLD).
โKami mengikuti perkembangan situasi yang sedang berlangsung secara cermat. Kami sangat prihatin tentang dampak peristiwa itu terhadap ekonomi dan rakyat Myanmar,โ kata Juru Bicara IMF kepada Reuters.
Sejatinya, dana hibah penanggulangan Covid-19 tersebut tidak hanya mengarah ke Myanmar saja. IMF menyebut ada 80 negara yang menerima pembiayaan darurat. Pada 13 Januari, IMF mengatakan bantuan tersebut digunakan untuk membantu Myanmar dalam memenuhi neraca pembayaran mendesak yang timbul akibat pandemi.
โKebutuhan neraca pembayaran mendesak yang timbul dari pandemi Covid-19 khususnya langkah-langkah pemulihan pemerintah untuk memastikan stabilitas ekonomi makro dan keuangan sambil mendukung sektor atau kelompok yang rentan terdampak,โ kata IMF 13 Januari 2021.
Berbeda dengan skema bantuan lain, IMF, dalam pembiayaan darurat ย Covid-19, mengirim dengan cepat tanpa mempertimbangkan ukuran kerja ataupun reformasi kebijakan..
Akhirnya, Myanmar memperoleh pencairan bantuan tersebut dengan cepat. IMF pun mengkhawatirkan risiko penggunaan pembiayaan cepat yang memberi pemerintah kekuasaan luas untuk membelanjakan uang tersebut.
IMF memprediksi jika skenario terbaik bagi Myanmar adalah mereka bangkit dari kekacauan politik serta membelanjakan uang tersebut demi menjaga hubungan yang produktif dengan IMF. Mitra IMF, Central Bank of Myanmar menyatakan harapannya dapat mempertahankan independesi dengan Kementerian Keuangan Negara.
Tetapi, jabatan Gubernur Bank Sentral Myanmar telah mengalami pergantian. Pimpinan militer Myanmar menunjuk Than Nyein sebagai Gubernur sentral Myanmar yang baru. Than Nyein sendiri bukan nama asing pada jabatan tersebut. Than Nyein tercatat sempat meimpin gubernur sentral dalam periode 2017-2013. [Mohamad Deny Irawan]





















