Wellington, Gontornews — Selandia Baru memprioritaskan personel karantina, petugas kesehatan, staf penerbangan untuk menerima vaksin Covid-19 tahap pertama. Menteri Penanggulangan Covid-19 Selandia Baru, Chris Hipkins, mengonfirmasi persetujuan penggunaan vaksin Covid-19.
Pekan lalu, regulator obat-obatan Selandia Baru menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer Inc Amerika Serikat dan BioNTech Jerman.
“Sekarang kami telah mencapai tahap penting dalam persetujuan vaksin pertama. Kami berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk memulai percakapan dengan warga Selandia baru tentang bagaimana kami berencana untuk melanjutkan,” kata Hipkins kepada Reuters.
Pihak berwenang memperkirakan vaksin Pfizer akan tiba di Selandia Baru pada akhir Maret. Tetapi Pfizer menyatakan keprihatinan tentang pembatasan ekspor di Selandia Baru.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mendapatkan tekanan untuk segera memulai vaksinasi bagi 5 juta warganya.
Sejauh ini, Selandia Baru melaporkan kurang dari 2000 kasus infeksi Covid-19 dan 25 kasus kematian sejak pandemi bermula. Berbeda dengan negara lain di dunia, Selandia Baru memberlakukan aturan penutupan perbatasan dan penguncian ketat untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.
Hanya saja, varian baru virus korona yang merebak dan lebih menular dalam beberapa waktu terakhir membuat pemerintah waspada. Karenanya, desakan untuk segera memulai program vaksinasi menjadi langkah antisipasi.
“Ketika gelombang pertama vaksin tiba, kami akan siap,” jelas Hipkins
Sebagai informasi, Selandia Baru mendapatkan 1,5 juta vaksin Pfizer pada tahap pertama bagi 750.000 warga. Pemerintah juga terus menjalin pembicaraan dengan regulator obat mengenai persetujuan penggunaan vaksin AstraZeneca, Janssen dan Novavax. [Mohamad Deny Irawan]




















