Jakarta, Gontornews — Saat ini Kementerian Agama membina 11 Universitas Islam Negeri (UIN) hasil transformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang tersebar di beberapa provinsi. Pada tahun 2019 nanti Kementerian Agama menargetkan semua UIN mendapat akreditasi A.
Demikian kata Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin dalam Rakor Bedah RKA-KL Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) yang digelar di Tangerang Selatan sebagaimana dilansir kemenag.go.id.
Untuk target tersebut, Kamaruddin meminta jajarannya untuk menyiapkan treatment dan persiapan secara sistematis dari sekarang. Di hadapan Pejabat Eselon II, III dan IV Diktis, Guru Besar UIN Alaudin Makassar itu menegaskan, target akreditasi A UIN harus terefleksi pada program dan kegiatan tahun 2017 dengan target capaian per-tahun yang jelas hingga 2019. “Grand desain akreditasi PTKI menurut saya menjadi penting sehingga menjadi panduan sistematis agar target-target akreditasi tidak meleset,” katanya.
Mengawali hal ini, kata Kamar, harus ada pendataan yang akurat. Menurutnya, keberadaan data menjadi penting untuk menjadi dasar dalam merumuskan langkah strategis dalam mendukung proses akreditasi PTKIN. “Harus diidentifikasi dengan baik data-data PTKIN yang telah terakreditasi A, B dan C dari total PTKIN yang berjumlah 56 lembaga,” katanya.
Kemudian terkait program pengiriman dosen ke luar negeri seperti postdoctoral, kata Kamar, para dosen yang telah dikirim ke luar negeri harus dievaluasi untuk mengetahui hasil yang telah didapat, khususnya bagi peningkatan pembelajaran di kampus tempat mereka mengajar.
Untuk itu, harus ada instrumen untuk melakukan evaluasi. “Kita lemah di sini. Apa kepentingan ke luar negeri, kriteria yang mengikuti. Misalkan memperkenalkan Islam Indonesia. Misalkan setelah pulang dari luar negeri harus menulis jurnal internasional. Harus terukur. Instrumen didiskusikan bersama,” ujarnya. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]




















