Boulder, Gontornews — Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke supermarket di Boulder, Colorado, pada 22 Maret, menewaskan 10 orang, termasuk petugas polisi pertama yang tiba di tempat kejadian, sebelum tersangka ditangkap. Ini penembakan massal kedua yang mematikan di AS dalam sepekan.
Belum diketahui motif dari penembakan yang terjadi sekitar pukul 3 sore di toko kelontong King Soopers di Boulder, sekitar 28 mil (45 km) barat laut Denver. Polisi hanya memberikan sedikit rincian langsung dari penembakan terbaru itu.
Pembeli dan karyawan supermarket panik menyelamatkan diri saat petugas penegak hukum mendatangi tempat kejadian, yang terletak sekitar 2 mil dari kampus utama Universitas Colorado.
Sarah Moonshadow (42), seorang pelanggan dan penduduk Boulder yang berada di toko bersama putranya, Nicholas, menceritakan adegan kekacauan saat tembakan terdengar dari dalam toko.
“Kami berada di kasir ketika tembakan mulai terdengar,” kata Moonshadow kepada Reuters. “Dan saya berkata, ‘Nicholas turun.’ Dan Nicholas merunduk. Dan kami mendengar ada tembakan berulang … dan saya hanya berkata, ‘Nicholas, lari.’”
Moonshadow mengatakan dia mencoba untuk membantu korban yang dia lihat tergeletak di trotoar di luar toko, tetapi putranya menariknya pergi dan mengatakan kepadanya, “Kita harus pergi.”
Wanita itu menangis tersedu-sedu, dan menambahkan, “Saya tidak bisa membantu siapa pun.”
Penembakan terjadi kurang dari sepekan setelah penembakan Selasa lalu yang menewaskan delapan orang, termasuk enam wanita Asia, di spa sekitar Atlanta. Seorang pria berusia 21 tahun telah didakwa atas pembunuhan tersebut.
Diborgol dan berdarah
Kepala Polisi Boulder Maris Herold, suaranya tercekat karena emosi, mengatakan 10 orang tewas dalam serangan di toko kelontong King Soopers. Di antaranya polisi berusia 51 tahun, Eric Talley. Petugas kepolisian itu yang pertama kali datang di lokasi kejadian (TKP). Menurut ayahnya, Talley merupakan ayah dari tujuh anak.
Polisi mengatakan pria bersenjata itu, yang tidak disebutkan namanya, terluka dalam kekerasan itu.
Rekaman video dari adegan yang disiarkan sebelumnya oleh stasiun televisi menunjukkan seorang pria berjanggut bertelanjang dada dengan celana pendek boxer dibawa keluar dari toko dengan diborgol, sebelum dimasukkan ke dalam ambulans. Pria yang ditahan itu tampaknya pincang dan kakinya berdarah.
Colorado telah menjadi tempat sejumlah penembakan massal paling mengejutkan dalam sejarah AS modern.
Pada tahun 2012, seorang pria muda yang mengenakan perlengkapan taktis menyerbu bioskop di pinggiran kota Aurora di Denver memberondong penonton dengan tembakan, menewaskan 12 orang dan melukai 70 lainnya.
Pada tahun 1999, sepasang siswa mengamuk melakukan penembakan di Sekolah Menengah Columbine dekat Littleton, Colorado, membunuh 12 teman sekelas dan seorang guru sebelum bunuh diri. []




















