Hong Kong, Gontornews — Pemerintah Hong Kong, Jumat (9/4/2021), menunda pengiriman vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca sehubungan dengan dugaan kasus pembekuan darah. Sebelumnya, Pemerintah memesan 7,5 juta dosis vaksin AstraZeneca asal Inggris dan, sesuai recana, tiba pada kuartal kedua tahun 2021.
Menteri Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, mengatakan pusat keuangan global memiliki vaksin yang cukup. Chan mengklaim pihaknya memiliki pasokan 15 juta dosis vaksin buatan BioNTech asal Jerman dan Sinovac asal Cina.
“Sekalipun kami telah menandatangani perjanjian pra-pembelian dengan AstraZeneca, kami yakin bahwa Hong Kong tidak perlu memasok vaksin tersebut pada tahun ini agar tidak menimbulkan pemborosan ketika vaksin masih terbatas secara global,” jelas Chan kepada Reuters.
Pemerintah, sambung Chan, sedang mempertimbangkan untuk membeli jenis vaksin baru yang menawarkan perlindungan lebih baik ketimbang AstraZeneca.
Sejauh ini, pemerintah Hong Kong telah memberikan lebih dari 700.000 dosis vaksin kepada warganya. Angka ini jelas masih jauh dari harapan pemerintah yang menargetkan 7,5 juta populasi penduduk penerima vaksin.
Pemerintah berdalih pelambatan in terjadi karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan vaksin Sinovac. Sementara terhambatnya penggunaan vaksin BioNTech terjadi karena cacat kemasan.
Sepanjang pandemi, Hong Kong mencatatkan lebih dari 11.500 kasus dengan 205 kematian akibat Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]





















