New Delhi, Gontornews — Panel ahli pemerintah India, Jumat (9/4/2021), sedang menyelidiki kasus pembekuan darah yang terjadi pascavaksinasi. Harian keuangan India, Mint, melaporkan penyelidikan ini terjadi setelah pemerintah menemukan dua kasus pembekuan darah sebagai efek dari vaksinasi.
Sejauh ini, India mengelola vaksin Covid-19 AstraZeneca produksi Serum Institute dan bermerek Covishield dan vaksin Bharat Biotech dengan merek Covaxin.
Peninjauan ulang ini dilakukan setelah regulator obat Eropa, European Medicines Agency (EMA), menemukan adanya hubungan antara vaksin AstraZeneca dengan masalah pembekuan darah. Meski demikian, EMA tetap menyebut vaksin AstraZeneca memiliki lebih banyak manfaat daripada risikonya.
India mengandalkan program vaksinasi demi menahan penambahan lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua. Pada Kamis (8/4/2021), India melaporkan penambahan 126.789 kasus Covid-19.
“Kami melihat efek samping dari pembekuan darah yang telah terlihat pada penerima Covishield dan Covaxin, bahkan jika itu kasus ringan,” kata seorang sumber kepada surat kabar Mint.
Pascapengumuman EMA, beberapa negara telah mengumumkan pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca bagi kaum muda. Sementara untuk kelompok masyarakat berusia lanjut atau 60 tahun ke atas, beberapa negara tetap mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca. [Mohamad Deny Irawan]























