Kingstown, Gontornews — Perdana Menteri St Vincent and the Grenadines, Ralph Gonsalves, mengeluarkan instruksi darurat pengungsian menyusul peningkatan aktivitas gunung berapi La Soufriere.
Gonsalves menginstruksikan kepada seluruh warga yang tinggal di barat laut dan timur Pulau St Vincent untuk mengungsi ke lokasi yang aman. Ia mengatakan peningkatan siginifikan dari aktivitas gunung La Soufriere membuat kepulan asap dan uap meningkat secara drastis yang membahayakan warga.
“Saat ini, negara mengeluarkan perintah evakuasi,” kata Gonsalves dalam media sosial yang dilansir Reuters.
National Emergency Management Organization (NEMO) St Vincent, memprediksi bencana besar yang terjadi akibat peningkatan seismik gunung berapi La Soufriere. “Kubah lava gunung berapi yang bersinar dan berapi-api terlihat saat kegelapan turun dari daerah tersebut,” ungkap NEMO.
Akibat peningkatan status darurat tersebut, pemerintah mengerahkan kapal-kapal untuk membantu proses evakuasi warga.
Selain Gunung Le Soufriere, media lokal St Vincet juga melaporkan peningkatan aktivitas serupa dari Gunung Pelee di Pulau Martinik, sebelah utara St Vincent dan St Lucia.
St Vincet and the Grenadines merupakan negara di Kepulauan Karibia yang dihuni lebih dari 100.000 orang. Mereka tidak pernah melihat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung La Soufriere sejak tahun 1979.
Letusan terakhir Gunung La Soufriere terjadi pada tahun 1902 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang warga. [Mohamad Deny Irawan]


















