Jeddah, Gontornews – Arab Saudi telah melarang impor dan transit buah dan sayuran dari Lebanon setelah pihak berwenang pada hari Jumat (23/4) menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba.
Bea Cukai di Pelabuhan Islam Jeddah menyita lebih dari 5,3 juta pil Captagon yang disembunyikan dalam pengiriman buah delima, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan sebagaimana dirilis Arabnews.com.
“Sebuah kiriman disita saat tiba dari Lebanon dan mereka berhasil menemukan 5.383.400 pil Captagon yang disembunyikan di dalam buah delima,” kata Mohammed bin Ali Al-Nuaim, deputi urusan keamanan Otoritas Bea Cukai Saudi.
Seluruh kiriman dan orang yang seharusnya menerimanya ditangkap bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika.
Al-Nuaim mengatakan bahwa petugas bea cukai akan terus berupaya melindungi negara dari penyelundupan narkoba.
Tim pengawas narkotika, bekerjasama dengan bea cukai, juga menggagalkan upaya penyelundupan lebih dari 2.466.563 pil amfetamin. Ini berasal dari Lebanon dan juga disembunyikan di buah delima.
“Produk Lebanon digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah Kerajaan, baik melalui pengiriman yang ditujukan untuk pasar Saudi atau yang transit melalui Kerajaan dalam perjalanan ke negara-negara tetangga,” lapor SPA.
Larangan itu akan tetap berlaku sampai pihak berwenang Lebanon memberikan jaminan bahwa mereka akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan operasi semacam itu. Kementerian Dalam Negeri Saudi akan menindaklanjuti dan memantau pengiriman produk lain yang datang dari Lebanon untuk melihat apakah tindakan serupa perlu diambil terhadap mereka.
Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Naif memperingatkan bahwa keamanan Kerajaan merupakan “garis merah”.
Menurut Al-Arabiya English, para pejabat Lebanon berjanji untuk memerangi penyelundupan narkoba menyusul larangan tersebut.
Kantor berita Reuters melaporkan Menteri Pertanian Lebanon Abbas Mortada mengatakan bahwa masalah tersebut sangat serius, terutama jika hal itu berdampak negatif pada negara-negara Teluk lainnya yang dapat mengambil tindakan serupa.
Mortada mengatakan bahwa perdagangan buah dan sayuran Lebanon dengan Arab Saudi bernilai sekitar $24 juta per tahun. []


















