Istanbul, Gontornews — Jam malam nasional selama tiga hari berlaku efektif mulai 22 April di Turki sebagai langkah untuk mengekang penyebaran COVID-19.
Hurriyetdailynews.com merilis, jam malam yang mulai berlaku Kamis (22/4) pukul 7 malam waktu setempat (1600GMT) hingga Senin (26/4) pukul 5 pagi (0200GMT) akan mencakup hari libur Kedaulatan Nasional dan Hari Anak serta akhir pekan, menurut surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri negara itu.
Untuk mencegah penyebaran virus korona, tidak ada pertemuan besar yang akan diadakan untuk memperingati hari nasional, kecuali upacara resmi peletakan karangan bunga. Sebagai gantinya, beberapa demonstrasi dan acara online akan diadakan.
Setiap tanggal 23 April, Turki memperingati pertemuan pertama Majelis Tinggi Nasional Turki yang berlangsung pada tahun 1920.
Biasanya, anak-anak memperingati hari itu di stadion dan di jalan raya dengan berbagai kegiatan dan atraksi.
Untuk menghadapi meningkatnya kasus dan korban jiwa akibat virus korona, mulai pekan lalu di negara itu diberlakukan tindakan khusus selama dua pekan pertama bulan suci Ramadhan.
Langkah-langkah itu termasuk jam malam yang diperpanjang dari pukul 7 malam sampai 5 pagi. Perjalanan antarkota juga dilarang, kecuali dalam keadaan darurat. Jam malam akhir pekan juga berlanjut di kota-kota berisiko tinggi.
Kafe dan restoran hanya menyediakan layanan pemesanan dan pengantaran. Sementara aula pernikahan, pusat olahraga, dan area permainan tetap ditutup hingga akhir Ramadhan. []
























