London, Gontornews — Seorang warga Inggris yang ditangkap di Prancis karena dicurigai melakukan terorisme adalah relawan kemanusiaan, bukan anggota Daesh, kata sebuah kelompok advokasi.
Arabnews.com melansir, pria berusia 37 tahun yang tidak dikenal itu ditahan pada Rabu di zona kendali Inggris di pintu masuk Terowongan Channel, yang menghubungkan daratan Eropa dengan Inggris.
Seorang juru bicara Kepolisian Metropolitan mengonfirmasi penangkapan di Prancis, dengan mengatakan: βDia ditangkap karena dicurigai mempersiapkan aksi teroris dan menjadi anggota organisasi terlarang dan ditahan di bawah kekuasaan Polisi dan Bukti Pidana. Saat berada dalam tahanan polisi, dia kemudian ditahan berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000.”
Polisi menolak berkomentar lebih lanjut tentang identitas pria itu, di mana dia tinggal sebelum bepergian, atau situasi penangkapannya.
Muhammad Rabbani, direktur pelaksana kelompok advokasi CAGE yang berbasis di London, mengatakan pria yang ditangkap itu βadalah seorang veteran pekerja kemanusiaan dengan rekam jejak yang kuat dalam pekerjaan bantuan internasional. Tanpa pendampingan hukum, dia dicopot dari kewarganegaraannya dan dikirim ke pengasingan tanpa mempedulikan proses hukum.”
CAGE mengatakan pria itu baru-baru ini memenangkan kasus pengadilan untuk mempertahankan kewarganegaraan Inggrisnya, yang coba dicabut oleh pemerintah.[]






















