Bogor, Gontornews – Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr Adian Husaini mengatakan, saat ini ada upaya untuk membenturkan Pancasila dengan ajaran atau syariat Islam. Hal ini disampaikannya pada diskusi buku “Pancasila Bukan untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam” yang berlangsung secara daring, Selasa (1/6).
Menurut Adian, Pancasila dan Islam tidak perlu dibenturkan. Sebab, bagi umat Islam, melaksanakan syariat Islam secara baik, secara otomatis sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Namun yang terjadi sekarang, ada pihak-pihak yang sekuler dan liberal berupaya membenturkan keduanya karena tidak suka dengan syariat Islam. “Ini ada kesalahpahaman,” paparnya.
Umat Islam yang melaksanakan ajaran agamanya dengan baik seperti para pelajar di Sumatera Barat yang mengenakan jilbab dituduh intoleran, anti-Pancasila. Maka kemudian lahirlah SKB tiga menteri yang melarang penggunaan jilbab di sekolah. Namun SKB ini kemudian ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Contoh lain, KPK menyelenggarakan tes wawasan kebangsaan untuk para calon ASN-nya dengan mengusung pertanyaan yang mempertentangkan Alquran dengan Pancasila.
Adian menyebutkan, persoalan Pancasila bagi umat Islam sudah selesai. Sebab, Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan hasil pemikiran para ulama yang ada dalam Panitia Sembilan. Mereka ialah KH Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, H Agus Salim, dan Abikoesno Tjokrosoejoso.
Para ulama ini, demi kepentingan bangsa dan negara, menyetujui rumusan sila pertama dasar negara dari “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Umat Islam, menurut Adian, mempunyai hak untuk menjalankan ajaran agamanya. Sebagaimana mereka yang anti-syariat Islam juga berhak menerapkan ajaran yang diyakininya. “Jadi kalau mereka punya SD Pancasila, SMP Pancasila, SMA Pancasila, masak umat Islam tidak boleh punya SD Islam, SMP Islam, Universitas Islam?”
“Jadi biarkan umat Islam menjadi Muslim yang baik dan sekaligus menjadi warga negara yang baik,” ujarnya. []






















