Bogor, Gontornews — Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme dosen. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop “Akselerasi Mutu Dosen INAIS” yang mengangkat tema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berstandar Outcome-Based Education (OBE) Menuju Akreditasi Unggul”, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INAIS Bogor tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.30 WIB dan diikuti oleh para dosen serta sivitas akademika INAIS Bogor. Workshop menghadirkan narasumber Dr Hana Lestari MPd, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kegiatan diawali dengan Opening Speech oleh Kepala LPM INAIS Bogor Dr Ima Rahmawati MPd, kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Wakil Rektor INAIS Bogor H Rully Trihantana SSi MSi. Kegiatan dipandu oleh Fitri Lestari SPd sebagai moderator.
Dr Ima Rahmawati menuturkan, workshop ini menjadi bagian dari strategi LPM INAIS Bogor dalam meningkatkan kapasitas dosen, khususnya dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE). “Pendekatan tersebut menempatkan capaian pembelajaran sebagai dasar dalam merancang proses pembelajaran, mulai dari penetapan capaian, pemilihan materi dan metode, aktivitas pembelajaran, hingga asesmen,” ujarnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaannya, OBE tidak hanya ditempatkan sebagai pendekatan dalam penyusunan dokumen pembelajaran, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran, penelitian, dan kebutuhan masyarakat. Perspektif tersebut diwujudkan melalui integrasi Research-Based Education (RBE) serta keterkaitan pembelajaran dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Ima menyebutkan, melalui integrasi tersebut, dosen didorong untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, berbasis bukti ilmiah, dan relevan dengan perkembangan keilmuan. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, sementara berbagai persoalan nyata di masyarakat dapat menjadi konteks bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analitis, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara capaian pembelajaran lulusan, proses pembelajaran, pengembangan keilmuan, serta kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, perangkat pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menjadi instrumen akademik untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara terarah dan berorientasi pada capaian.
Dr Ima menempatkan penguatan kompetensi dosen sebagai bagian penting dalam membangun budaya mutu perguruan tinggi. “Melalui kegiatan pengembangan kapasitas seperti workshop ini, dosen diharapkan semakin mampu menerapkan prinsip OBE secara konsisten dalam proses pembelajaran sekaligus mengintegrasikannya dengan aktivitas penelitian dan isu pembangunan berkelanjutan,” paparnya.
Sementara itu, keterlibatan Wakil Rektor INAIS Bogor, H Rully Trihantana SSi MSi, dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan pimpinan institusi terhadap penguatan mutu akademik dan pengembangan profesionalisme dosen. Sinergi antara pimpinan perguruan tinggi dan LPM menjadi bagian penting dalam memastikan sistem penjaminan mutu berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan pengembangan akademik institusi.
Bagi INAIS Bogor, implementasi OBE yang diperkuat dengan pendekatan RBE dan perspektif SDGs merupakan bagian dari upaya membangun proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi. Penguatan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu akademik dan kesiapan institusi menuju akreditasi unggul.
Melalui workshop ini, LPM INAIS Bogor berharap para dosen dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran kegiatan secara nyata dalam penyusunan dan pengembangan perangkat pembelajaran pada mata kuliah yang diampu. Dengan demikian, peningkatan kualitas perangkat pembelajaran dapat berjalan seiring dengan penguatan kompetensi lulusan, pengembangan keilmuan, dan kontribusi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat. []






















