Ankara, Gontornews — Turki akan segera mengatasi pandemi COVID-19 dengan kampanye vaksinasi massal, kata presiden negara itu pada 20 Juni.
Hurriyetdailynews.com merilis, Erdogan mengatakan bahwa Turki telah berada di depan negara-negara lain dalam segala hal mulai dari layanan kesehatan hingga keselamatan publik sejak awal wabah.
βPada saat memasok vaksin sangat sulit, kami menjalankan jadwal vaksinasi yang cepat berkat koneksi yang kami buat secara tepat waktu. Kami memiliki beberapa kemunduran, tetapi kami juga telah mengatasi penundaan ini. Kami dalam kondisi yang baik sekarang. Mudah-mudahan musibah ini bisa segera kita atasi,β harapnya.
Erdogan mengatakan studi vaksinasi di negaranya terus berlanjut, dan targetnya memulai produksi vaksin pada September-Oktober.
βSaat ini, tingkat infeksi telah turun secara drastis. Tapi kita perlu menurunkan tingkat ini lebih lanjut. Jumlah kasus sekitar 5.000 per hari. Kami pikir ini terlalu banyak. Jumlah kematian harian sekitar 50; kami juga tidak menginginkan ini,β kata Erdogan.
βKami berharap akan menurunkan jumlah kasus menjadi dua digit dan menurunkan jumlah kematian menjadi satu digit,β katanya, seraya menambahkan vaksinasi merupakan alat terbaik untuk mencapai itu.
βKami juga pandai mengimpor vaksin, dan kami akan terus melakukannya dengan cepat,β tambahnya.
Menanggapi pertanyaan tentang masih ada orang-oranng yang anti-vaksin, Erdogan menyerukan untuk menghormati sains. “Kita tidak mungkin menyangkal sains,” tandasnya.
βSetiap individu bangsa kita harus tahu bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses vaksin yang belum dapat dijangkau oleh miliaran orang di dunia,β katanya.
βMerupakan tanggung jawab para ilmuwan untuk mengembangkan vaksin dan membuatnya dapat diterapkan pada manusia. Tugas kita menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh para ahli terbaik di bidangnya dengan tetap menghormati ilmu pengetahuan. Kita tidak bisa mengecualikan diri kita dari proses yang mencakup seluruh populasi dunia,β tambahnya. []





















