Umat Islam telah memiliki kultur atau budaya sendiri, yaitu kultur Islam. Kultur Islam telah tercipta cukup rapi, yang tak pernah mengganggu kebebasan diri, dan senantiasa membawa kebahagiaan hidup. Kultur ini telah Nabi Muhammad SAW ajarkan kepada para Sahabat dan seluruh pengikutnya dengan lengkap tanpa kekurangan apapun. Peradaban Islamlah yang telah membawa perubahan besar kemajuan umat dan keagungan agama, juga kebahagiaan bangsa di masa itu.
Sejarah dunia mencatat, betapa pengaruh peradaban Islam saat berjaya begitu semerbak harumnya dan berkembang di seluruh kerajaan di tanah Spanyol dan Portugis. Keharumannya memancar ke seluruh benua Eropa, Asia, dan Afrika. Seluruh penduduk di ketiga benua itu berduyun-duyun pergi ke Spanyol untuk belajar pengetahuan, kesenian, dan peradaban Islam.
Islamlah yang pertama membuka mata dunia kepada kemajuan hakiki dan berjiwa. Islamlah yang pertama mengeluarkan manusia dari kegelapan ke alam yang terang benderang, alam kebodohan menuju yang luas dengan pengetahuan, alam kebiadaban kepada keadaban.
Kultur mengandung arti peradaban kecerdasan dan kepandaian, menuju satu cita-cita keduniaan atau kehidupan. PeraDan kultur Islam telah memenuhi seluruh syarat terciptanya sebuah kultur yang ideal. Yakni kecerdasan atau kepandaian, keagamaan, dan berpikiran jauh ke depan. Semua itu telah membuktikan kepada dunia betapa tingginya peradaban Islam masa Spanyol (Andalusia). Dan itu telah diakui baik oleh semua sejarawan, Muslim maupun non-Muslim. Sebut saja Dr G Kernkamp dalam buku Wereld Geschiedenis, atau Dr Thomas Carlicle, Prof Vaswani, T Parfit, Prof Dr Leon, Prof Whijmant, Prof Hunfiltz, Prof Leopold, dan masih banyak lagi kaum cendekia lainnya.
Begitulah keluhuran kultur Islam yang telah membawa agama Allah ini dalam puncak peradabannya di masa lalu. Tapi bagaimana keadaan pemeluknya saat ini yang sudah tidak berketentuan lagi? Kultur manakah yang kini justru banyak diikuti umat Islam?
Nyata, kebanyakan dari umat Islam, terutama para pemuda, kini sangat tergila-gila dengan kultur dan peradaban luar Islam. Apalagi dari negara-negara yang dianggap maju dan menang. Karena kemenangan itulah, negara-negara yang kalah mengikuti seluruh kultur, budaya, dan peradaban mereka.
Meski melanggar kesopanan Islam, pun tetap mereka ikuti. Menjadi hal aneh. Mereka tergila-gila dengan model atau tontonan yang tidak baik dan amat berbahaya bagi pergaulan mereka sendiri. Sesuatu yang baik tak pernah mereka contoh. Model yang amat berbahaya malah mereka puja-puji, bahkan dikeramatkan.
Jika ada yang mengganggu atau mencela model itu, mereka akan membela mati-matian, dengan mencari-cari alasan untuk menguatkannya, sambil mencela dan merusak adat istiadat nenek moyangnya sendiri. Mereka pun rela mencela model dan budaya yang telah diberikan oleh agamanya sendiri.
Wahai putra putri Islam sejati, jika umat Islam, terutama kaum mudanya telah tergila-gila kepada contoh yang tidak baik dan berlawanan dengan contoh dari agamanya sendiri, maka mereka akan jauh dan sukar mencintai keislaman sendiri. Karena, jika lahirnya saja sudah suka dengan segala yang bertentangan dengan agama, sudah barang tentu akan terjadi pula dalam batinnya. Penyakit tergila-gila inilah sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi agama dan umat Islam. Kita harus waspada terhadap segala kemungkinan yang ada. []






















