Petaling Jaya, Gontornews — Raja Malaysia, Rabu (18/8/2021), meminta Perdana Menteri selanjutnya unutk mengajukan mosi percaya kepada parlemen dengan segera. Raja Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah meminta semua pihak untuk bekerja sebagai satu tim saat proses indentifikasi pemimpin baru berlanjut.
Sebelumnya, Raja menerima pengunduran diri Perdana Menteri Muhyiddin Yasssin, Senin (16/8/2021). Pengunduran diri PM Muhyiddin terjadi seiring minimnya dukungan yang ia terima dari parlemen.
“Yang di-Pertuan Agong menekenakan bahwa pernyataan undang-undang diperlukan untuk membantu Yang Mulia mengambil keputusan untuk mengangkat anggota Dewan Rakyat, sesuai dengan kebijaksanaan Yang Mulia, mendapat kepercayaan dari mayoritas Dewan Rakyat sebagaimana diatur dalam pasal 43 (2)(a) Konstitusi Federal,”
“Raja juga memutuskan bahwa Perdana Menteri yang telah ia pilih harus berdasar Pasal 40 (2)(a) dan 43 (2)(a) Konsitusi Federal harus segera mengajukan mosi kepercayaan kepada Dewan Rakyat,”
“Raja juga memutuskan bawha sebagai Kepala Negara, Yang Mulia akan melakukan yang terbaik untuk menyempurnaka tanggungjawabnya sebagai raja konstitusional yang berdasar pada Konstitusi dan supremasi hukum,” ungkap Pengawas Rumah Tangga Kerajaan untuk Istana negara, Ahmad Fadil Shamsudin, dalam akun Facebook yang dilansir oleh The Star.
Ahmad Fadil menambahkan Yang di-Pertuan Agong akan memimpin sidang khusus Penguasa Melayu untuk membahas isu terkini pada Jum’at (20/8/2021) mendatang.
“Yan di-Pertuan Agong dan Sultan Perak telah menyatakan pandangan bahwa krisis politik yang berkepanjangan ini telah mengganggu pemerintahan sementara negara masih berada di bawah ancaman pandemi Covid-19,”
“Kedua, Yang Mulia menekankan bahwa krisis dan kebingungan politik ini berdampak buruk pada ekonomi negara secara mendalam. Selan itu, mengingat kekhawatiran akan kesejahteraan dan keselamatan rakyat, pemilihan umum ke-15 bukanlah pilihan terbaik saat ini,”
“Keduanya juga menyampaikan pandangannya bahwa seluruh anggota Dewan Rakyat perlu bersama-sama bekerja untuk persatuan dan keseatuan antar semua partai politik dan untuk memberikan fokus mereka terhadap isu-isu saat ini serta untuk memberikan kejelasan atas kekacauan yang terjadi sesegera mungkin,” sambung Fadil.
Terakhir, Fadil meminta siapapun yang bertindak sebagai Perdana Menteri selanjutnyai harus mau bekerjasama dengan pihak yang kalah. Semua pihak harus siap bekerja sebagai satu tim.
“Dengan kata lain, mereka yang menang, tidak menang sepenuhnya. Sedangkan mereka yang kalah, tidak kehilangan segalanya,”
“Yang di-Pertuan Agong juga menyampaikan agar semua anggota parlemen dapat bertemu dengan Yang Mulai dari waktu ke waktu,” tutup Fadil. [Mohamad Deny Irawan]


















