Minsk, Gontornews — Pemerintah Belarusia, Kamis (18/11/2021), telah membersihkan kamp-kamp darurat di perbatasan Polandia. Pihak berwenang Belarusia memindahkan para migran ke gudang terdekat yang diubah menjadi pusat pemrosesan.
Sore harinya, para migran yang hendak bermigrasi ke Eropa mulai mengemasi barang-barang mereka di kawasan hutan dan kamp-kamp yang mereka bangun di sepanjang perbatasan di wilayah Grodno, Belarusia.
Para migran di perbatasan berasal dari Irak, Suriah, Afghanistan, Iran, beberapa negara Asia dan Afika. Akibat pembersihan ini, para migran terpaksa harus meninggalkan kamp sementara tersebut. Anadolu melaporkan hanya beberapa migran yang belum pergi di malam hari sebelum wilayah tersebut benar-benar dibersihkan.
Komite perbatasan Belarusia mengumumkan bahwa otoritas terkait tidak bekerja di sekitar Grodno dan berpindah ke pusat pemrosesan di wilayah Bzugi.
Instruksi Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengirimkan bantuan medis, air dan produk kebersihan kepada para migran. Setelah menghabiskan 10 hari di tenda dalam cuaca dingin, kelompok migran dengan cepat menuju pusat pemrosesan.
Di area pemrosesan yang pemerintah siapkan, para migran akan terlindungi. Anak-anak akan dapat lagi bermain sementara para ibu bisa merawat para bayinya. Dari mereka ada juga yang beribadah.
Pihak berwenang berencana untuk mendirikan area tertutup dan terpisah untuk kelompok migran yang tidak masuk ke pusat tersebut. utusan presiden untuk wilayah Grodno, Yury Karayev, dan tim akan memimpin penyaluran bantuan tersebut.
Sejak Agustus, negara-negara Eropa yang berbatasan dengan Belarusia semisl Lituania, Latvia dan Polandia telah melaporkan penyeberangan tidak teratur secara drastis dan masif.
Lebih dari 8.000 orang telah memasuki blok tersebut melalui perbatasan Belarusia-Uni Eropa sepanjang tahun ini. Dalam sepekan terakhir, setidaknya 2000 orang termasuk wanita dan anak-anak terjebak di daerah perbatasan Belarusia-Polandia dalam situasi yang mengerikan. [Mohamad Deny Irawan]






















