Jakarta, Gontornews — Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun satu tower Rusun untuk mahasiswa Tazkia University di Kota Bogor, Jawa Barat, dengan anggaran senilai Rp80 miliar. Rencananya, Rusunawa yang akan dibangun delapan lantai itu akan dihuni oleh 400 mahasiswa penghafal Al-Qur’an.
Sebagai langkah awal, Senin (15/11/2021) pagi, Tazkia University yang terletak di Jl. Ir. H. Djuanda No.78 Sentul City, Kota Bogor menggelar prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa (rumah susun sederhana sewa).
Dalam prosesi tersebut, hadir secara langsung Kepala Satker Penyediaan Perumahan Jawa Barat, Kementerian PUPR Dito Freakhim, Ketua Dewan Pembina Institut Tazkia Dr. H. Muhammad Safi’i Antonio M. Ec., Rektor Institut Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan sejumlah tamu undangan.
Ketua Yayasan atau CEO Tazkia Group, Muhammad Syafii Antonio dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Rusunawa ini. “Momentum ini patut disyukuri. Selama ini kami berdoa untuk penambahan bangunan untuk menyebarkan kebaikan dengan menyiapkan SDM (sumber daya manusia) dengan tingkat pengetahuan syariah yang tinggi,” ujar Syafii.
Dalam sambutannya itu pakar ekonomi syariah itu juga menceritakan bagaimana perjuangan Tazkia bisa mendapatkan bantuan Rusunawa 8 lantai itu. “Semula Tazkia hanya mendapat bantuan asrama untuk 2 lantai. Saya katakan, kami siap menunggu sampai kapan pun asal ditambah,” jelasnya.
“Berkat doa-doa dari seluruh warga kampus Tazkia dan usaha yang terus-menerus, keinginan kami terwujud. Pembangunan asrama yang semula hanya 2 lantai, alhamdulillah menjadi 8 lantai dengan 40 kamar dan mampu menampung mahasiswa sebayak 400 orang,” tutur Antonio, yang disambut tepuk tangan seluruh tamu undangan.
Rektor Tazkia Dr Murniati Mukhlisin menambahkan, pihaknya diberikan amanah oleh Kementerian PUPR untuk membangun Rusunawa. “Lalu kami mengusulkan 8 lantai yang anggarannya Rp80 miliar dan per lantai itu bakal lengkap. Mulai dari gedung, tempat tidur dan lemari serta tempat belajar,” ucapnya.
Dengan sinergi ini diharapkan dapat menambah kemampuan untuk melayani umat untuk mencapai Indonesia sejahtera. Sekaligus dalam rangka menyukseskan program Presiden agar Indonesia ke depan menjadi pusat ekonomi syariah. “Mudah-mudahan pembangunan Rusunawa ini selesai tepat waktu dan dapat dimanfaatkan dengan baik,” tutupnya.
Menurutnya, Rusunawa yang akan dibangun delapan lantai itu ditargetkan akan selesai pada November 2022 sehingga di tahun 2023 mendatang Rusunawa itu sudah bisa dihuni mahasiswa dan nantinya akan dihuni 400 mahasiswa penghafal Al-Qur’an.
“Warga Rusunawa juga akan menjadi jamaah Masjid Andalusia yang lokasinya berdekatan. Akan selalu ada jamaah yang berbondong-bondong memakmurkan masjid sehingga ini akan membawa keberkahan,” kata Murniati.
Sementara itu Kepala Satker penyediaan perumahan Provinsi Jawa Barat, Dito Ferakhim dalam sambutan groundbreaking meminta agar pembangunan Rusunawa tersebut bisa berjalan lancar dan terjaga kualitasnya.
“Mohon kontraktor menjaga kualitas pembangunan, karena Menteri PUPR memantau langsung pembangunan Tazkia University Apartement ini,” pesannya.
Dito berharap pembangunan Rusunawa Tazkia ini bisa selesai tepat waktu dan hasil pembangunannya bisa bermanfaat. “Soal perizinan juga mohon segera diurus dan diselesaikan. Kami juga akan memantau terus perkembangan tiap pembangunannya,” tegasnya.[]



















